Kalau stok premium yang ada sekarang ini bisa mencukupi hingga 27 hari dan solar untuk 40 hariAmbon (Antara Maluku) - Stok bahan bakar minyak (BBM) di Ambon terutama premium dan solar saat ini cukup banyak bahkan dapat memenuhi kebutuhan lebaran, kata Friets Manurung Kepala Cabang Pemasaran pertamina Maluku dan Maluku Utara.
"Kalau stok premium yang ada sekarang ini bisa mencukupi hingga 27 hari dan solar untuk 40 hari ke depan," katanya di Ambon, Selasa.
Friets menjelaskan, kebutuhan premium di Kota Ambon tidak mengalami perubahan yang terlalu banyak sebab tidak ada permintaan pasokan dari SPBU cukup besar saat ini, lain hal dengan di Pulau Jawa semua SPBU dipakai karena arus mudik keluar daerah cukup besar.
"Kalau di Ambon pemakaian minyak premium justru peningkatannya di angkutan laut bukan kendaraan pribadi maupun mobil angkutan kota (Angkot), hanya saja dengan kondisi perairan di Maluku yang kurang bersahabat sudah pasti permintaannya berkurang," katanya.
Namun Pertamina tetap membantu dengan melihat kondisi dilapangan, lanjutnya, tetapi sekarang belum sebab tidak ada lonjakan kecuali mungkin pada saat lebaran tiba.
"Yang pasti hingga kini belum ada penambahan BBM ke SPBU - SPBU dalam menghadapi bulan puasa maupun menghadapi lebaran, yang terjadi hanya pihak SPBU diminta untuk menambah setoran pada hari H untuk antisipasi lonjakan,"ujarnya.
Friets menjelaskan, permintaan menambah setoran pembelian BBM dengan tujuan pada hari H terjadi lonjakan dan stok kosong di SPBU maka Pertamina langsung mengisi.
Permintaan BBM pada setiap SPBU di Kota Ambon rata- rata setiap hari mencapai 40 - 45 kilo liter (KL) untuk premium dan untuk mengantisipasi terjadi lonjakan Pertamina akan menyiapkan sebanyak dua kali lipat untuk kebutuhan lebaran, namun penyalurannya tergantung kondisi dilapangan.
"Karena itu mereka harus menyetor agar memiliki DO dan Pertamina tinggal mengirim," ujarnya.
Pewarta: Shariva Alaidrus: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.