"Cuaca yang tidak menentu saat ini, sangat berpengaruh terhadap lalu lintas transportasi angkutan barang dari dan ke Malut, apalagi menjelang lebaran harga sering dinaikkan," kata Kabid Perdagangan Disperindag Kota Ternate, Masni Harun di Ternate, Senin.
Pemkot Ternate sudah harus mengantisipasi kondisi cuaca ekstrim dengan menyediakan kebutuhan pokok masyarakat terkait lonjakan harga, katanya.
Masni memberi contoh, harga gula pasir, maupun terigu misalnya, sudah mulai bergerak naik sedikit demi sedikit, dibanding harga beras yang kini masih stabil di pasaran.
Gejolak harga ini bukan saja terjadi di Kota Ternate, tapi dari pusat hingga daerah mengalami gejolak harga berbagai sembako, menyusul kondisi cuaca yang saat ini kian tidak menentu, katanya.
Menyinggung soal ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat, Masni menyebut masih cukup tersedia, seperti beras, gula, terigu, kacang tanah, dan kacang hijau di agen/distributor Firma Agung, Semarak, maupun UD Bawang Mas.
Untuk kebutuhan bahan pokok masyarakat, sampai lebaran nanti, tetap aman. Konsumen tidak perlu panik, dan membeli sesuai kebutuhan saja, ujarnya.
Kondisi cuaca yang tidak menentu juga akan berpengaruh pada harga sembako di masyarakat, karena sebagian besar sembako seperti beras, gula dan berbagai komoditi lainnya didatangkan dari Pulau Sulawesi dan Jawa, katanya.
Oleh karena itu, pihaknya akan mengantisipasi terjadinya kenaikan harga sembako di pasaran, salah satunya dengan menggelar operasi pasar murah bagi masyarakat di daerah ini.
Akibat cuaca buruk di kota Ternate dan sekitarnya, seluruh aktivitas penerbangan di bandara.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.