Pantauan di pasar Mardika, Senin, terlihat pedagang menawarkan harga telur ayam ras kepada masyarakat dengan harga Rp2.000/butir, pada hal dua hari lalu masih dijual dengan harga Rp1.600/butir.
Ahmad,(45), pedagang telur ayam ras dilokasi pasar Mardika mengatakan, harga telur ayam sudah naik sejak dua hari yang lalu di tingkat distributor, hanya saja hari ini baru kami naikan.
"Ukuran kecil dan besar harganya merata, lain dari dua hari lalu kalau ukuran kecil Rp1.500 dan besar Rp1.600/butir tetapi hari ini merata 2.000/butir," ujarnya.
Dia menjelaskan, ukuran rak (30 butir) di jual Rp60.000/rak, sebab harga di tingkat distributor Rp300.000/ikat (180 butir).
"Harga telur naik cukup tinggi, padahal stok cukup banyak terlihat dimana - mana ada telur menumpuk, namun harganya sangat mahal," kata Ros seorang ibu yang bermukim di Kelurahahn Benteng yang ditemui seusai membeli lima butir telur ayam.
Dikwawatirkan harga ini akan bertahan terus, lihat saja sekarang ini, padahal sudah selesai perayaan hari raya lebaran harga tidak turun tetapi terus bergerak naik.
Inang pimpinan agen yang selama ini memasok telur ayam ras dari Surabaya mengakui, kalau harga telur ayam ras di Kota Ambon saat ini naik karena ongkos transpornya cukup mahal.
"Untuk memenuhi permintaan pasar terpaksa didatangkan dengan angkutan pesawat udara, sebab kalau kapal dua hingga tiga hari lagi baru masuk Ambon," katanya.
Dia menjelaskan, harga di Surabaya Rp275.000/ikat, kemudian ongkos pesawat Rp15.000/ikat, karena itu dijual kepada pedagang di pasar Rp300.000/ikat.
"Lain hal kalau diangkut dengan kapal laut dengan harga Rp10.000/ikat, sedikit dibawah harga pesawat," ujarnya.
Pewarta: Shariva Alaidrus: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.