Ambon (Antara Maluku) - Perkembangan populasi sapi dan kerbau di Provinsi Maluku hingga tahun 2013 mengalami penurunan sebanyak 390 ekor dari sebelumnya 91.544 ekor sesuai hasil pendataan sapi potong, sapi perah dan kerbau (PSPK) pada Juni 2011.

"Jumlah penurunan populasi itu didapat dari hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian (ST2013) pada Mei 2013 yang diperoleh populasi sapi dan kerbau di Provinsi Maluku sebanyak 91.154 ekor," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Diah Utami di Ambon, Rabu.

Diah menjelaskan, berdasarkan hasil ST2013 dapat dirinci menurut wilayah, dimana tiga kabupaten yang memiliki sapi dan kerbau paling banyak yakni Kabupaten Maluku Tengah (Malteng),dengan jumlah populasi sapi sebanyak 24.184 ekor.

Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) sebanyak 23.580 ekor, dan Kabupaten Burtu sebanyak 18.749 ekor.

Sedangkan kabupaten dan kota lainnya yang memiliki sapi dan kerbau paling sedikit adalah Kota Tual dengan jumlah populasi sebanyak 188 ekor.

Menurutnya, secara absolut penurunan populasi sapi di Provinsi Maluku terbesar dari tahun 2011 hingga tahun 2013 terjadi di Kabupaten Malteng sebanyak 4.023 ekor dan penurunan terendah terjadi di Kota Ambon yakni 27 ekor.

Sedangkan kenaikan populasi sapi dan kerbau terbesar terjadi di Kabupaten MBD sebanyak 2.213 ekor dan terkecil di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) yakni 21 ekor.

Diah menambahkan, Sensus pertanian tahun 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan BPS setiap 10 tahun sekali sejak tahun 2003.

"Pelaksanaannya juga dilakukan secara bertahap yaitu pencacahan lengkap usaha pertanian pada Mei 2013, dilanjutkan dengan pendataan rinci melalui survei Pendapatan Rumah Tangga Usaha Pertanian pada Nopember 2013 dan survei Struktur Ongkos Komoditas Pertanian Strategis dalam setiap sub sektor pertanian pada Mei - Oktober 2014.

Usaha pertanian adalah kegiatan yang menghasilkan produk pertanian dengan tujuan sebagian atau seluruh hasil produksi dijual/ditukar atas risiko usaha (bukan buruh tani atau pekerja keluarga).

Pewarta: Shariva Alaidrus
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026