"Sama saja dengan neraca perdagangan Maluku pada periode Agustus tahun 2012 lalu yang mengalami defisit sebesar 14,22 juta dolar AS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Diah Utami di Ambon, Jumat.
Hal itu terjadi karena, lanjutnya, pada bulan Agustus 2013 nilai ekspor Maluku hanya sebesar 7,96 juta dolar AS dan nilai impor Maluku mencapai 23,02 juta dolar AS.
Menurutnya, penyumbang terbesar defisit perdagangan luar negeri Maluku adalah ketidakseimbangan nilai ekspor dan impor, khususnya untuk kelompok komoditibahan bakar mineral.
"Defisit terbesar neraca perdagangan luar negeri datang dari transaksi ekspor impor dengan dua negara yakni Singapura dan Malaysia dengan defisit terbesar adalah negara Singapura yakni 159,75 juta dolar AS," ujarnya.
Diah menjelaskan, neraca perdagangan Maluku pada periode Januari - Agustus 2013 mencapai 117,35 juta dolar AS, lebih besar dari defisit perdagangan luar negeri Maluku periode yang sama tahun 2012 yang sebesar 105,71 juta dolar AS.
"Apalagi kegiatan ekspor maupun impor Provinsi Maluku selama ini melibatkan 21 negara baik di Asean maupun eropa dan meksiko," ujarnya.
Neraca perdagangan Maluku selama Januari - Agustus 2013 untuk kegiatan ekspor volume barang mencapai 190,495,082 kg, dengan nilai 118,250.044 juta dolar AS, sedangkan impor berat barang 228,228,710 kg, nilainya 235,600,422 juta dolar AS, dengan demikian terjadi defisit sebesar -117,350,378 juta dolar AS.
Pewarta: Shariva Alaidrus: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.