Dinas Perhubungan Maluku menyiapkan lima bus untuk mendukung peringatan HUT Proklamamsi di Kisar, pulau terluar di Kabupaten Maluku Barat Daya, 17 Agustus. Kadis Perhubungan Maluku Benny Gaspersz, di Ambon, Senin, mengatakan, lima bus itu dijadwalkan diberangkatkan ke Kisar pada pekan pertama Agustus. Pulau Kisar akan dijadikan tempat peringatan detik-detik Proklamasi RI yang akan diikuti masyarakat setempat bersama lebih dari 1.000 orang penumpang KRI. Pulau tersebit secara geografis letaknya berdekatan dengan negara tetangga Timor Leste. Dari pulau itu, orang bisa  melihat Kota Dili, Timtim, secara jelas. Upacara HUT ke-65 Proklamasi RI di pulau terluar merupakan rangkaian dari "Sail Banda" yang penyelenggaraannya pada 24 Juli - 17 Agustus. Gaspersz mengatakan, bus tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Perhubugan untuk mendukung "Sail Banda" yang pesertanya dijadwalkan dilepas dari Darwin, Australia, pada 24 Juli. "Kami diberi bantuan 10 unit bus dengan kapasitas 21 tempat duduk, tapi didisain sehingga penumpang juga bisa berdiri sehingga mampu mengangkut 50-an orang," ujarnya. Sebanyak 10 bus itu dijadwalkan tiba di Ambon, sekitar 22-24 Juli. "Jadi tidak ada masalah soal transportasi darat untuk memobilisasi peserta maupun tamu yang bakal mengikuti peringatan HUT Proklamasi di Kisar," kata Gaspersz. Disinggung soal dermaga, dia menjelaskan, siap untuk aktifitas bongkar muat KRI Surabaya yang dijadwalkan mengangkut peserta dari Ambon. "Panjang dermaganya 90 meter sehingga laik untuk tempat berlabuh KRI Surabaya yang akan mengangkut 1.000-an orang," ujar Gaspersz. Dia mengatakan, jalan dari Dermaga Kisar ke lapangan Purpura sebagai lokasai upacara juga sudah dibenahi Dinas PU Maluku maupun Maluku Barat Daya. Begitu pun lapangan terbang Kisar dengan panjang 900 meter bisa didarari pesawat jenis Cassa 212 yang  mengangkut 18 penumpang. Kisar menjadi ibu kota sementara Kabupaten Maluku Barat Daya setelah dimekarkan dari Maluku Tenggara Barat pada 16 September 2008. Pulau Kisar selain memiliki keindahan alam pantai dan panorama bawah laut, juga memiliki obyek wisata budaya dan sejarah seperti Benteng Volanhaven dan Benteng Deleshaven peninggalan bangsa Portugis, dari abad XVII.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026