Kapal pesiar atau cruise yang membawa wisman dari beberapa negara, di antaranya dari Amerika Serikat, Selandia Baru, Inggris dan Australia tersebut merapat dan bersandar di Dermaga Yos Sudarso Ambon, Jumat pagi.
Kedatangan ratusan wisatawan bersama kapal pesiar pertama ke Maluku dalam tahun 2014 tersebut disambut oleh Penjabat Gubernur Maluku Saut Situmorang, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy serta pimpinan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) pemerintah kota setempat.
Wisatawan yang berkunjung dengan kapal pesiar tersebut umumnya dari kalangan lanjut usia atau lansia, dan banyak yang terlihat harus dipapah saat hendak turun dari kapal serta sebagian menggunakan kursi roda.
Penjabat Gubernur Saut Situmorang mengalungkan kain tenun kepada Kapten Carlo Boer sebagai tanda penyambutan, dan ratusan wisatawan tersebut juga disuguhi musik tradisional totobuang serta tari-tarian khas Maluku, di samping pameran kerajinan di sekitar area pelabuhan.
Selama 10 jam di Kota Ambon ratusan wisatawan tersebut dibawa mengunjungi sejumlah objek wisata pantai, sejarah maupun budaya yang ada di kota dan Pulau Ambon, dan mereka dibagi dalam beberapa rombongan.
Sejumlah lokasi di pusat kota yang dikunjungi yakni Monumen Gong Perdamaian Dunia, Benteng Victoria, Pattimura Park dan Monumen Martha Christina Tiahahu.
Rombongan yang menuju Kecamatan Nusaniwe, mengunjungi objek wisata Museum Siwalima, Pantai Namalatu dan Collins Beach Resort.
Sedangkan wisatawan yang memilih jurusan Salahutu diajak mengunjungi perkebunan cengkih, proses pengolahan sagu, atraksi bambu gila di Pantai Liang dan juga singgah di objek wisata morea di Negeri Waai, Kecamatan Salahutu, Pulau Ambon.
Kehadiran kapal pesiar yang panjangnya hampir melebihi dermaga Yos Sudarso Ambon tersebut turut menarik perhatian warga di ibu kota Provinsi Maluku tersebut untuk menyaksikannya dari dekat.
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy berharap kunjungan salah satu kapal pesiar termegah di dunia tersebut akan memberikan dampak besar dalam mendongkrak citra Ambon sebagai salah satu kota yang aman untuk dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri.
"Kami menyambut gembira kehadiran ratusan wisatawan bersama kapal pesiar ini, karena dampaknya diharapkan akan memperbaiki citra Kota Ambon di mata dunia internasional sebagai wilayah yang aman untuk dikunjungi," katanya.
Kunjungan kapal pesiar pertama selama tahun 2014 itu juga diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan Kota Ambon sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia di masa mendatang.
Menurut Richard, Ambon sebagai salah satu kota kecil di Indonesia memiliki keunggulan utama keramah tamahan warganya, dan sangat terbuka untuk kunjungan wisatawan mancanegara.
Dia berharap manajemen kapal pesiar tersebut juga dapat menjadwalkan kunjungan berikutnya ke Kota Ambon di tahun-tahun mendatang.
"Tidak kalah pentingnya yang harus kami tegaskan, bahwa Kota Ambon saat ini semakin aman dan damai. Melalui kunjungan ini para wisatawan dapat merasakan dan membuktikan sendiri akan kenyamanan dan keamanan Kota Ambon yang semakin kondusif," katanya.
Kapten kapal Seabourn Sojourn, Carlo Boer, mengaku sangat senang bisa berkunjung ke Kota Ambon karena merasakan keramah tamahan pemerintah dan masyarakat di daerah ini.
"Saya merasakan sesuatu yang spesial dengan penyambutan yang dilakukan pemerintah dan masyarakat Ambon terhadap kunjungan kami ini," katanya seraya berjanji akan mengupayakan kunjungan berikutnya ke Ambon di tahun mendatang.
Pewarta: James F. AyalEditor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026