"Kondisi ini disebabkan realiasi nilai impor Bulan Maret sebesar 27,99 dolar AS dan lebih tinggi dari ekspor Maluku periode yang sama 10,14 juta dolar," kata Kepala BPS Maluku, Diah Utami di Ambon, Sabtu.
Kemudian neraca perdagangan Maluku periode Januari-Maret 2014 juga mengalami defisit akibat tidak adanya keseimbangan realisasi nilai ekspor dengan impor.
Transaksi bahan bakar mineral dari Singapura, kata Diah Utami, merupakan negara penyumbang defisit terbesar bagi Provinsi Maluku, baik untuk bulan Maret 2014 maupun pada posisi triwulan pertama tahun ini.
Untuk nilai transaksi bahan bakar mineral dengan Singapura selama bulan Maret mencapai 98,06 juta dolar, sedangkan defisit neraca perdagangan luar negeri Maluku triwulan pertama tahun ini sebesar 73,29 juta dolar.
Kecuali untuk realiasi nilai impor non migas Maret sebesar 0,06 juta dolar mengalami penurunan 97,14 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 2,17 juta dolar.
"Jika nilai impor non migas bulan Maret 2014 kita bandingkan dengan nilai impor non migas Maret 2013 sebesar 0,08 juta dolar, maka terjadi penurunan sekitar 25,00 persen," katanya.
Selain itu untuk nilai impor non migas periode triwulan pertama tahun ini yang mencapai 2,24 juta dolar juga mengalami kenaikan 761,54 persen dibanding impor non migas periode yang dama tahun 2013 sebesar 0,76 juta dolar.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.