"Untuk berkompetisi di Piala Dunia yang dilangsungkan di negara yang bersaudara seperti Brazil, merupakan suatu hal yang menarik," tulis pemain terbaik di dunia itu pada blog untuk situs Sportslobster (www.sportslobster.com).
"Portugal dan Brazil memiliki hubungan sejarah dan kedua menggunakan bahasa yang sama. Dengan demikian, saya pikir ini akan menjadi pengalaman yang fantastis dan saya yakin warga Brazil juga akan mendukung kami," katanya.
Penyerang Real Madrid itu menderita masalah tendonitis serta cedera paha, dan Portugal sangat membutuhkan dirinya berada dalam kondisi bugar untuk pertandingan pembuka mereka melawan Jerman di Salvador pada 16 Juni.
Lawan mereka lainnya di fase grup adalah Ghana dan AS.
"Menurut opini saya, kami memiliki grup terkuat di Piala Dunia, namun kami sebaiknya menjalaninya selangkah demi selangkah," kata Ronaldo.
"Tujuan kami tentu saja adalah melewati fase grup dan kemudian kita lihat saja. Kami tiba di Brazil dengan harapan, namun kami juga akan meyakinkan bahwa kami tetap menginjak bumi," katanya. (AFP/A.R.A Adipati)
* Amerika Serikat (AS) merupakan salah satu negara peserta saat Piala Dunia dilangsungkan untuk pertama kalinya pada 1930, meski demikian selain menjadi semifinalis pada Piala Dunia perdana tersebut, kesuksesan terbesar tim berjuluk "Bintang dan Garis" ini adalah mencapai perempat final pada Piala Dunia 2002.
Sebagai salah satu negara yang sepak bola tidak menjadi olahraga paling populer, AS tergolong cukup sering berpartisipasi pada ajang sepak bola terbesar di dunia ini. Dengan memasukkan Piala Dunia Brazil, dari 20 kali pelaksanaan Piala Dunia, AS mengikutinya sebanyak 10 kali.
AS pernah mengalami masa suram di sepak bola global sejak 1954 sampai 1986, di mana mereka tidak mampu menembus putaran final. Namun setelah berpartisipasi di Piala Dunia 1990 di Italia, AS kemudian bertindak sebagai tuan rumah empat tahun kemudian, di mana mereka disingkirkan Brazil pada putaran 16 besar. Sejak itu, AS selalu sukses mencapai putaran final.
Pada kualifikasi Piala Dunia kali ini, penampilan AS cukup meyakinkan di level regional. Sebagai salah satu tim unggulan, mereka otomatis lolos ke putaran ketiga dan menjadi juara Grup A dengan keunggulan tiga angka atas tim peringkat kedua Jamaika.
Keberhasilan itu membuka jalan bagi AS untuk mengikuti putaran keempat kualifikasi regional. Tim yang kini diasuh pelatih asal Jerman Jurgen Klinsmann itu kembali menjadi juara grup dengan mengungguli dua tim lain yang otomatis lolos, Kosta Rika dan Honduras.
Hasil undian menempatkan AS ke dalam salah satu "grup neraka," di mana mereka menghuni Grup G bersama dua tim kuat Eropa Jerman dan Portugal, serta salah satu kuda hitam Afrika, Ghana.
Dengan fakta yang ada ini, tidak heran jika Klinsmann memilih bersikap rendah hati, dan mengatakan timnya tidak memiliki peluang untuk menjuarai Piala Dunia. Terlebih kali ini, sang pelatih memutuskan untuk tidak mengikut sertakan salah satu pemain senior yang paling berpengaruh Landon Donovan (32).
Pada suatu kesempatan, Klinsmann dengan tegas menyatakan bahwa timnya tidak berpeluang menjuarai Piala Dunia. "Kami tidak dapat menjuarai Piala Dunia ini," kata Klinsmann kepada New York Times. "Bagi kami, kami harus memainkan tujuh pertandingan 'hidup atau mati' untuk memenangi turnamen."
"Realitis saja, itu mustahil," tambahnya.
Saat publik AS terpaksa harus menerima kenyataan tersebut, terdapat peluang bahwa Klinsman sedang menyiapkan tujuan jangka panjang.
Untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1998, AS tidak diperkuat Donovan, pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk negaranya.
Meski mendapat banyak kritik mengapa dirinya meninggalkan Donovan, Klinsmann tidak bergeming dengan keputusannya.
"Sebagai pelatih, Anda harus mengambil keputusan berdasarkan apa yang ingin Anda eksekusi di Brazil, apa yang ingin Anda lihat, bagaimana Anda membangun komponen-komponen itu dalam keseluruhan grup. Dan saya merasa - kami para pelatih merasa - orang-orang yang kami pilih, mereka sedikit lebih unggul daripada Landon di area-area tertentu."
Melalui keputusan ini, Klinsmann mengirimkan pesan yang jelas: `Ini adalah timnya¿ dan ia terfokus pada masa depan, bukan saat ini. Tujuh dari 23 pemain yang dibawa ke Brazil berusia di bawah 25 tahun, dan hanya enam pemain non kiper yang berusia di atas 30 tahun.
Klinsmann, yang kontraknya sebagai pelatih AS telah diperpanjang sampai 2018, memasukkan sejumlah wajah baru ke dalam tim final yang dibawanya ke Brazil. Wajah baru itu mencakup pemain sayap Julian Green (19), yang baru melakukan debut timnasnya pada April dan hanya sempat bermain enam menit untuk timnya Bayern Munich, bek tengah Anthony Brooks (21) yang baru tiga kali memperkuat timnas, dan bek kanan DeAndre Yedlin (21) yang baru satu kali memperkuat AS sebagai pemain pengganti pada tahun ini.
"Beberapa di antara mereka harus belajar banyak, tidak diragukan lagi. Namun mereka siap untuk belajar, dan mereka mungkin dapat mengejutkan orang-orang di luar sana." katanya.
AS yang menghuni urutan ke-13 di daftar peringkat FIFA, melakukan persiapan untuk tugas berat di Amerika Selatan dengan mengalahkan tim peringkat ke-85 FIFA Azerbaijan dengan skor 2-0 di San Francisco, dan kemudian menundukkan tim peringkat ke-39 Turki di New Jersey. Mereka akan memainkan pertandingan pemanasan terakhir sebelum ke Brazil, dengan menghadapi sesama. (AFP/J. Suswanto)
* Sementara itu, Pemain sayap Franck Ribery terpaksa dikeluarkan dari tim Prancis untuk Piala Dunia karena mengalami cedera punggung, pelatih Didier Deschamps mengungkapkan pada Jumat.
Gelandang serang Clement Grenier juga menjadi pemain yang tidak disertakan, ujar Deschamps seraya menambahkan bahwa mereka telah digantikan pemain lainnya dalam tim, yakni Romain Schneiderlin dan Remy Cabella. (Reuters/J. Suswanto)
Pewarta: Antara: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.