Penjaga gawang Swiss itu mengatakan, ia berharap persaingan bebuyutan antara Brazil dan Argentina menyebabkan para penonton lokal akan mendukung mereka sehingga mereka merasa bertanding seperti di negaranya sendiri.
"Saya kira kami akan mendapat dukungan penuh dari penonton Brazil di stadion," kata Benaglio kepada wartawan di markas latihan tim Swiss di Porto Seguro.
"Anda dapat merasakan persaingan keras antara Brazil dan Argentina di sini. Saya berharap akan mendapat dukungan dari mereka termasuk tentu saja dari pendukung Swiss di stadion. Amat menyenangkan bila kita merasa seperti bertanding di negara sendiri," katanya.
Lionel Messi mencetak hatrik ketika Argentina mengalahkan Swiss 3-1 pada laga persahabatan di Berne dua tahun lalu dan Benaglio mengakui ia amat sulit dihentikan.
"Kami bersiap menghadapi laga berikutnya. Tapi terus te menghentikan pergerakan Messi di lapangan," katanya.
"Anda dapat menyaksikan berbagai video tentang Messi, ketika ia melakukan momen-momen mengejutkan," katanya.
Swiss merupakan satu dari enam tim Eropa yang melaju ke putaran 16 besar Piala Dunia dan Benaglio mengatakan tidak ada waktu untuk bersantai.
"Kendati kami mencapai target kami, masuk ke putaran 16 besar, itu tidak berarti kami dapat bersantai menjelang lagi berikutnya," katanya. (Reuters/A.R Loebis)
* Dua orang pendukung tim Aljazair tewas dan 31 luka-luka setelah mengalami kecelakaan lalu lintas saat merayakan kemenangan Aljazair yang maju ke putaran 16 besar Piala dunia, kata pejabat setempat Jumat.
Badan pertahanan sipil Aljazair, seperti dilansir radio nasional, mengatakan terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kejadian fatal dua tewas di tempat berbeda, Kamis dan Jumat.
Setelah tim nasional negara itu maju ke putaran kedua Piala Dunia dengan hasil imbang 1-1 atas Rusia, para pendukung Aljazair mengadakan pesta kemenangan di jalanan. Kecelakaan yang menyebabkan 31 cedera dan dua tewas itu terjadi di lima tempat berbeda.
Minggu lalu, seorang pemuda tewas dan beberapa lainnya cedera ketika merayakan kemenangan Aljazair atas Korea Selatan. (AFP/A.R Loebis)
* Presiden Uruguay Jose Mujica pada Jumat (27/6) membela dan menyambut Luis Suarez, pemain depan sepak bola negeri itu yang pulang setelah diusir dari Piala Dunia di Brazil dan untuk sementara dilarang mengikuti pertandingan karena ia menggigit lawannya.
Selama siaran-radio rutinnya, setelah kedatangan bintang sepak bola itu di Ibu Kota Uruguay, Montevideo, Mujica mengatakan tindakan disipliner terhadap Suarez "adalah agresi yang sangat besar, bukan hanya terhadap satu orang, tapi juga terhadap satu negara".
"Kita takkan pernah mengerti gejolak, bentuk dan prosedua yang diterapkan terhadap Suarez," kata Mujica sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu.
Komite disipliner badan sepak bola dunia, FIFA, menskors Suarez dari sembilan pertandingan sepak bola, melarang dia mengikuti kegiatan yang berkaitan dengan sepak bola selama empat bulan, dan mendenda dia sebesar 112.000 dolar AS.
FIFA menyatakan Suarez menggigit pemain tengah Italia Giorgio Chiellini selama pertandingan grup saat Uruguay menang 1-0 dan mengirim Italia pulang dari pertandingan itu.
Peristiwa tersebut menandai untuk ketiga kali Suarez telah dihukum oleh FIFA karena menggigit pemain lawan di lapangan. Tapi itu untuk pertama kali, hukuman tersebut memiliki gaung lebih besar, sebab melarang Suarez mengikuti pertandingan Piala Dunia melawan Kolombia di Rio de Janeiro pada Sabtu.
Hukuman tersebut "selamanya akan menjadi tindakan memalukan dalam sejarah Piala Dunia", kata Mujica.
"Dia adalah seorang lelaki genius yang kecerdasannya terletak di kakinya. Ia cemerlang di lapangan, ia tak bisa menahan diri karena kecemasan, ia tak bisa menahannya dan ia meledak," kata Mujica mengenai peristiwa pengigitan itu.
Mujica mengatakn ia berada di bandar udara "pada pukul 05.30 bersama keluarganya untuk menyambut dia, dalam cuaca pagi yang dingin tapi hangat di hati" dan "di tengah landasan udara saya memberi dia pelukan rendah hati serta mengundang dia untuk terus hidup dan berjuang". (Xinhua/Chaidar)
* Pemain penyerang Argentina Sergio Aguero bakal absen dalam pertandingan babak 16 besar melawan Swiss setelah mengalami cedera otot di kaki kirinya dan bisa jadi tidak bisa memperkuat timnya di Piala Dunia jika mereka maju ke babak berikutnya.
Cedera Aguero itu dalam kemenangan 3-2 atas Nigeria pada Rabu (25/6) merupakan pukulan berat bagi perjuangan negara Amerika Selatan itu untuk merebut gelar juara ketiga Piala Dunia, pada saat ini yang digelar di negara musuh bebuyutannya, Brazil.
Doktet tim tersebut, Daniel Martinez, mengatakan Jumat (27/6) kepada wartawan bahwa pemain berusia 26 tahun itu tengah menjalani pemulihan resonansi magnetik dan pengobatan lainnya yang mendesak di kamp Argentina di Belo Horizonte.
"Kami melakukan semua cara yang memungkinkan untuk bisa membantu pemulihannya sesegera mungkin," katanya. "Dia belum akan siap bagi pertandingan melawan Swiss, dan dari situ kami akan selalu memeriksa perkembangannya setiap hari," tambah Martinez.
Menurut sumber-sumber lain yang dekat dengan tim tersebut, Aguero hampir dipastikan tidak bisa ikut memperkuat Argentina lagi jika tim itu melaju ke babak perempat final.
Dengan nama panggilan "Kun" yang mengikuti karakter kartun Jepang, Aguero adalah teman dekat kapten timnas Lionel Messi dann juga ayah dari cucu pertama Diego Maradona.
Argentina bermain melawan Swiss di Sao Paulo, Selasa (1/7).
Rekannya sesama striker, Ezequiel Lavezzi atau Rodrigo Palacio, kemungkinan bakal menggantikan posisi Aguero. (Reuters/A. Rachma)
Pewarta: Antara: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.