"Salah satu manfaat penting bagi rakyat dalam kegiatan pameran pembangunan ini adalah media promosi dan pemberdayaan ekonomi rakyat. Banyak pedagang kecil yang berjualan dan bisa meraup keuntungan besar dari arena pameran ini," katanya ketika membuka pameran pembangunan memeriahkan HUT RI ke-69 di Kupang, Kamis.
Mantan Wakil Bupati Timor Tengah Selatan (TTS) itu menambahkan hal penting lain dari kegiatan pameran ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang makna sejarah perjuangan bangsa, dan memasyarakatkan pelayanan informasi dan sosialisasi program pemerintah, baik pusat maupun daerah.
"Pameran ini juga ingin menunjukkan suatu paradigma baru dalam penghayatan terhadap nilai-nilai kemerdekaan bangsa, yang telah diperjuangkan dengan penuh pengorbanan dalam konteks dan nuansa masa kini," ujarnya.
Sementara itu,Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika NTT Ricard Djami mengemukakan penyelenggaraan pameran ini bertujuan mengisi momentum perayaan HUT Kemerdekaan Proklamasi Kemerdekaan RI ke-69.
"Selain sebagai upaya memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, juga sebagai wahana dalam memantapkan rasa nasionalisme di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda," ujarnya.
Pameran pembangunan yang dilaksanakan pada 2014 ini diikuti 166 peserta antara lain dari kalangan pengusaha, pedagang kaki lima dan peserta dari kabupaten-kota se-NTT yang akan akan berlangsung selama sepekan di lokasi Arena Promosi Kerajinan Rakyat NTT di Bilangan Fatululi Kupang.
Dalam pameran ini, peserta yang paling banyak berasal dari pedagang kaki lima yakni mencapai 56 peserta.
Atas dasar ini, Wakil Gubernur NTT Benny Alexander Litelnoni menilai kegiatan pameran pembangunan sebagai wahana untuk pemberdayaan ekonomi rakyat, selain berfungsi sebagai sarana promosi.
Pewarta: Bernadus Tokan: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026