Peserta "Sail Banda" yang dijadwalkan tiba di Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah pada 27 Juli 2010 ditawarkan mengunjungi berbagai objek wisata di kepulauan kaya rempah-rempah tersebut. Koordinator acara panitia lokal Sail Banda Cak Saimima, ketika dihubungi melalui telepon genggamnya di Jakarta, Sabtu, mengatakan, "Kami siapkan objek wisata bahari, agro, kuliner, perkebunan pala, gunung api Banda, Belanda di Banda Naira serta mengunjungi pulau Un, Ai dan Pisang," katanya dari Jakarta, Sabtu. Menurut Saimima,.49 peserta reli kapal layar tersebut akan disambut tarian selamat datang dan atraksi perahu tradisional Kora Kora, ketika mereka tiba di dermaga Banda Naira. Puncak acara yang dipersiapkan panitia adalah tontonan "Nostalgia Banda Abad XVII" di Benteng Belgica. Saimima mengatakan, Benteng Belgica dipilih sebagai lokasi pementasan untuk mengenang sejarah. Benteng itu didirikan Pieter Both pada 1661 di atas sebuah bukit yang kini bernama Desa Nusantara, semasa pemerintahan Van Dam (1611- 1665). Luas benteng adalah 3.600 meter persegi di kelilingi tembok sepanjang 385 meter dengan tebal 70 cm. Pintu utamanya dibangun pada daerah yang lebih rendah menghadap ke pulau Lontor. Benteng berlantai dua itu memiliki 23 ruangan dengan ukuran berbeda-beda sesuai peruntukan. Pada zaman penjajahan Belanda (1602-1621), benteng tersebut didiami 400 tentara dan dilengkapi dengan 58 meriam. Belgica, yang menjadi bangunan terindah di abad ke-17 dan dijuluki "mahkota berpucuk lima", kini menjadi tujuan wisata, terutama turis asing. Dari benteng tersebut orang bisa menikmati pesona Kepulauan Banda dengan laut biru, hamparan pulau hijau dan gunung api yang meletus terakhir pada 9 Mei 1988.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026