"Nilai ekspor sejumlah komoditi andalan Maluku selama bulan September 2014 mencapai 39,45 juta dolar dan lebih besar dari realisasi nilai impor 34,56 juta dolar," kata Kepala Badan Pusat Statistik Maluku, Diah Utami di Ambon, Senin.
Tetapi kondisi ini justru masih berbanding terbalik dengan neraca perdagangan Maluku periode Januari-September 2014 yang mengalami defisit.
Defisit terbesar neraca perdagangan ini datang dari transaksi ekspor impor dengan negara Singapura yang nilainya mencapai 213,18 juta dolar.
Surplusnya neraca perdagangan Maluku bulan September disebabkan adanya realisasi nilai ekspor Maluku sebesar 39,45 juta dolar atau naik naik 700,20 persen dibanding bulan Agustus 2014 yang mencapai 4,93 juta.
"Kenaikan nilai ekspor ini dipicu adanya kegiatan ekspor bahan bakar mineral ke Singapura," katanya.
Untuk realisasi nilai ekpsor komoditi bahan bakar mineral bulan September mencapai 61,53 juta dolar, komoditi ikan dan udang 71,41 juta dolar serta komoditi lainnya sebesar 1,44 juta dolar.
Secara total nilai ekspor Maluku periode Januari-September 2014 sebesar 134,38 juta dolar namun terjadi penurunan sekitar 15,01 persen dibanding nilai ekspor periode yang sama tahun 2013 mencapai 158,11 juta dolar.
Pewarta: Daniel Leonard: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.