Ambon (Antara Maluku) - Dinas Kehutanan Maluku menyebutkan lebih dari 25 juta pohon telah di tanam di 11 kabupaten/kota di provinsi itu dalam kurun waktu tiga tahun terakhir guna mengurangi luas lahan kritis.

"Lebih dari 25 juta pohon telah ditanam di Maluku pada periode 2011 - 2013 di semua kabupaten/kota di Maluku," kata Kepala Dinas Kehutanan Maluku Azam Banjar, di Ambon, Senin.

Jumlah pohon terbanyak ditanam pada tahun 2012 yakni sebanyak 11,9 juta pohon dalam rangka realisasi program penanaman satu miliar pohon, padahal target penanaman hanya sebanyak tujuh juta pohon.

Sedangkan tahun 2011 tereralisasi penanaman sebanyak 5,274 juta pohon yang dilakukan berbagai komponen masyarakat melalui aksi penanaman serentak di Indonesia.

Tahun 2013 dari target lima juta pohon realisasinya hampir mencapai 10 juta pohon yang ditanam di berbagai daerah di Maluku, di mana kebanyakan yang ditanam adalah jenis buah-buahan produktif maupun kayu-kayuan serta bakau.

Pada periode 2007 hingga 2010 jumlah pohon yang ditanam di Maluku baru mencapai 12,4 juta pohon. Dia mengakui, secara komulatif, jumlah pohon yang ditanam terlibat cukup besar tetapi jika dibanding dengan jumlah penduduk Maluku, maka rasionya setiap orang baru menanam 1,5 pohon per tahun.

Azam Banjar mengatakan, rata-rata laju kerusakan hutan di Provinsi Maluku berdasarkan data Dinas Kehutanan Provinsi Maluku yakni sebesar 16.000 hektar per tahun berdasarkan hasil analisis perubahan tutupan hutan melalui citra satelit.

Hasil analisis citra satelit menunjukkan pada tahun 2011 luas hutan di Provinsi Maluku mencapai 4.373.474,65 hektar, tetapi mengalami pengurangan 17.165,35 hektar selama periode 2006-2011.

Laju degradasi hutan selama priode 2006-2011 mencapai 561,93 hektar atau rata rata 93,65 hektar per tahun dan deforestasi serta degradasi hutan di Maluku pada Tahun 2000-2009 berdasarkan data BPKH Wilayah IX Tahun 2011 menunjukan angka tertinggi deforestasi di dalam kawasan hutan yaitu di Kabupaten Buru termasuk Buru Selatan yakni 10.407 hektar diikuti oleh Seram Bagian Barat (SBB) 7.685 haktar dan Maluku Tengah 6.422 hektar.

"Karena itu kami terus menggalakkan program penanaman pohon di semua kabupaten/kota di Maluku dan diharapkan dapat meningkatkan peran serta dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian kawasan hutan.

Dia juga mengakui Maluku tingkat devorestasi atau perubahan pada kawasan hutan konservasi sangat kecil bersama lima provinsi lainnya yakni Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan.

Deforestasi adalah perubahan secara permanen dari areal berhutan menjadi tidak berhutan sebagai akibat kegiatan manusia. Deforestasi dihitung dengan batasan pada kondisi penutupan lahan, di mana pada liputan 2009 merupakan hutan sedangkan pada tahun 2011 mengalami perubahan menjadi tidak berhutan.

Provinsi yang mengalami deforestasi terbesar pada kawasan hutan konservasi yakni Kalimantan Tengah seluas 3.800 hektar per tahun, Sumatera Barat 1.700 hektar per tahun dan Sulawesi Tengah 1.200 hektar per tahun.

Sedangkan deforestasi kawasan hutan lindung Maluku relatif kecil yakni seluas 4,8 hektar per tahun, atau hampir sama dengan DI Yogyakarta 5,2 hektar per tahun, dan Kalimantan Timur 13,3 hektar per tahun.

Begitu pun kawasan hutan produksi Maluku hanya mengalami deforestasi 16,8 hektar per tahun, kawasan hutan produksi yang dapat dikonversi mengalami deforestasi 2,6 hektar, sedangkan kawasan hutan produksi terbatas tidak mengalami deforestasi.

Luas deforestasi seluruh Indonesia selama periode 2009-2011 adalah 1,35 juta hektare atau rata-rata tahunan 0,45 juta hektare per tahun, yang meliputi deforestasi dalam kawasan hutan 0,33 hektare per tahun (73,3 persen) dan deforestasi di luar kawasan hutan sebesar 0,12 juta hektare per tahun (26,7 persen).

Pewarta: Jimmy Ayal
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026