"Golkar Maluku mendukung upaya perundingan untuk islah kedua kubu dengan dilaksanakan dalam bingkai kekeluargaan," kata Ketua DPD Partai Golkar Maluku Zeth Sahuburua di Ambon, Selasa.
Wagub Maluku itu memandang islah atau rekonsiliasi merupakan jalan terbaik bagi kedua kubu dan bagi Golkar.
Karena itu, DPD Partai Golkar Maluku siap mengikuti apa pun keputusan yang dihasilkan dari upaya perundingan untuk islah agar tidak ada perpecahan dalam partai politik berlambang pohon beringin itu.
"Maluku terkenal mengutamakan jalinan keharmonisan orang basudara (bersaudara), sehingga upaya dari kedua kubu hendaknya dibingkai rasa persaudaraan dengan tidak mengabaikan ketentuan AD/ ART," kata Zeth.
Di Maluku sendiri, Zeth tidak mempermasalahkan adanya kader Golkar yang mendukung kubu Agung Laksono, meski secara formal Golkar Maluku mendukung DPP versi Munas Bali.
"Itu bagian dari fungsionaris dan kader Partai Golkar Maluku yang juga siap mendukung upaya perundingan untuk islah, sehingga jangan dipermasalahkan," tegasnya.
Dalam upaya islah, kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono telah menggelar pertemuan yang diwakili juru runding masing-masing pada 23 Desember 2014.
Juru runding dari kubu kubu Aburizal Bakrie adalah MS Hidayat, Sjarif Cicip Sutarjo, Theo L Sambuaga, Aziz Syamsuddin, dan Freddy Latumahina. Sedangkan juru runding dari kubu Agung Laksono adalah Priyo Budi Santoso, Yorrys Raweyai, Andi Mattalatta, Agun Gunandjar Sudarsa, dan Ibnu Munzir.
Dijadwalkan pada Kamis (8/12) kedua kubu kembali bertemu di Kantor DPP Golkar untuk melanjutkan pembicaraan.
Pewarta: Alex Sariwating: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026