Ternate (Antara Maluku) - Komandan Korem (Danrem) 152/Babullah, Maluku Utara (Malut), Kolonel Inf Agus Arif Fadillah menyatakan, TNI merupakan mitra abadi BKKBN dalam mendukung program pengendalian pertumbuhan penduduk.

"TNI akan sepenuhnya membantu program BKKBN. Tingginya angka pertumbuhan penduduk tanpa disertai kualitas hidup dikhawatirkan bisa mengurangi tingkat kesejahteraan keluarga," katanya di Ternate, Sabtu.

Menurut dia, Provinsi Malut dengan jumlah 1,037 juta penduduk harus dibarengi dengan penciptaan kualitas hidup yang memadai. Kebutuhan sandang dan lingkungan bisa terpenuhi jika penduduk bisa dikendalikan.

Danrem Agus sangat menyayangkan kalau ada upaya pemda meningkatkan Dana Alokasi Umum (DAU) dengan cara menambah jumlah penduduk, apalagi saat ini BKKBN bersama TNI gencar menekan tingginya pertumbuhan penduduk.

Oleh karena itu, katanya, Korem 152 Babullah akan menggelar pelatihan Babinsa dan pelayanan kesehatan dalam mensosialisasikan program KB, demi meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Apalagi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Malut sangat rendah, berada di posisi 30 dari 34 provinsi di Tanah Air.

Danrem mengatakan, dengan adanya kapal baru milik Korem 152/Babullah yang kapasitas 50 orang bisa digunakan untuk membantu BKKBN dalam melakukan pencapaian program KB di seluruh kabupaten/kota, terutama di berbagai daerah yang lautnya dangkal.

"Dengan fasilitas ini, kami akan mendukung sepenuhnya program BKKBN dalam mensosialisasikan pengendalian penduduk di Malut, terutama di berbagai daerah pesisir," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Perwakilan Malut, Ali Hi Ismail menyatakan, saat ini, pencapaian peserta KB baru mencapai 92,1 persen dengan pengguna MKJP seperti IUD, implant, MOP dan MOW mencapai 49 persen.

"Ini artinya, program BKKBN yang didukung sepenuhnya oleh TNI di Malut mampu mencapai target yang ditetapkan, karena Malut memiliki Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) yang begitu tinggi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Malut sangat rendah, karena tingkat penduduk yang masih rendah, namun tingkat kelahiran cukup tinggi," ujarnya.


Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026