Ambon (Antara Maluku) - Puluhan pemuda yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Pekerja Informal Seluruh Indonesia (DPD-Perpisi) Maluku melakukan aksi demonstrasi menuntut peningkatan status jalan trans nasional menjadi jalan nasional di Kabupaten Maluku Tengah.

"Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Tehoru, Telutih, dan Siwalalat (Maluku Tengah) hingga Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur dari tahun 2000-2015 tidak berjalan baik akibat terkendala status jalan sehingga tidak disentuh pihak Balai Jalan Nasional Maluku," kata kordinator lapangan, Umar Keulihu di Ambon, Rabu.

Pernyataan Umar disampaikan saat berorasi di gedung DPRD Maluku dan dilanjutkan dengan pertemuan DPD Perpisi bersama pimpinan dan anggota komisi C.

Dia mencontohkan pembangunan jembatan Kawanoa di Desa Yaputi menuju Tehoru (Malteng) sejak 2006 sampai sekarang tidak pernah diselesaikan akibat keterbatasan anggaran daerah.

"Yang dibangun hanya tiang pancangnya saja, itu pun sudah rusak disapu banjir sementara bentangan jembatan tidak pernah diselesaikan Dinas PU Malteng maupun Dinas PU Maluku," kata dia.

Kondisi ini disebabkan status jalan di daerah itu hanyalah trans nasional sehingga pihak Balai Jalan dan Jembatan Nasional tidak bisa melakukan intervensi.

Untuk itu para demonstran mendesak DPRD Maluku maupun komisi C beserta seluruh anggota DPRD provinsi asal dapil Malteng melihat persoalan ini.

"Status jalannya perlu diperjuangkan ke pemerintah untuk ditingkatkan menjadi jalan nasional agar ada sharing dana antara pemerintah di pusat dan daerah," katanya.

Dalam tuntutannya, mereka mendesak DPRD dan Gubernur Maluku merekomendasikan kepada Kementrian PU guna mencopot Kepala Balai Wilayah IX Maluku dan Maluku Utara, bila tuntutan ini tidak dipenuhi.

DPD Perpisi juga mendesak DPRD provinsi dan pemprov merekomendasikan pembubaran Balai jalan karena tidak mampu berkoordinasi baik dengan legislatif maupun eksekutif sebagai perwakilan pemerintah pusat di daerah.

Ketua komisi C DPRD Maluku, Fredik Rahakbauw yang menerima para demonstran berjanji akan menampung dan memperhatikan seluruh aspirasi yang disampaikan.

"Semua aspirasi tetap akan kami perjuangkan dan menjadi perhatian DPRD dalam agenda pengawasan di kabupaten/kota termasuk di Maluku Tengah dan Kabupaten SBT," ujarnya.


Pewarta: Daniel Leonard
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026