"Belum terlalu ramai. Satu hari yang terjual baru tiga hingga empat baik baju, lampion, dan slenger," kata pedagang sekaligus pemilik toko Meter, Ci Mei, di kawasan Pertokoan Matahari Ambon Plaza, Jumat.
Menurut dia, kemungkinan transaksi mulai ramai tanggal 16 Februari, tiga hari menjelang tahun baru.
Dia menjelaskan, pernak pernik yang sudah laku terjual sejak tiga hari belakangan ini umumnya lampion yang dijual dengan harga berkisar antara Rp60.000 hingga Rp90.000/buah.
Kemudian baju berbagai macam corak dengan harga mulai dari Rp65.000 hingga Rp145.000/buah, dan slenger rata-rata Rp10.000/buah.
"Kalau pernak-pernik lainnya seperti lilin, amplop dan lainnya kami juga sediakan mungkin dekat perayaan baru diburu pembeli," katanya.
Go Ceng (50), seorang warga yang bermukim di kawasan Riyol, Kelurahan Batu gajah, usai membeli lima balon lampion dan tiga slenger mengatakan, lampion dan slenger dibeli duluan untuk dipasang di depan rumah dan itu sudah terbiasa menjelang perayaan Imlek.
"Kalau perhiasan lainnya sampai pada baju dua hari menjelang baru dibeli terutama untuk anak-anak yang sangat menggemari," ujarnya.
"Selain itu, kue keranjang makanan khas yang menjadi salah satu menu wajib, sebab Imlek terasa tidak lengkap tanpa ada kue keranjang," tambahnya.
Pewarta: John Soplanit: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026