Ambon (ANTARA) - Kantor perwakilan wilayah Bank Indonesia Provinsi Maluku mengelar training of trainer  mengedukasi kreator digital dan media tentang  ekonomi keuangan syariah  serta cinta bangga paham rupiah dan sistem pembayaran dan QRIS.

Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Dicky R Afriyanto di Ambon, Senin  menyampaikan  media dan kreator digital memegang peranan penting dalam menyebarluaskan pesan-pesan strategis BI, terutama di era komunikasi digital saat ini.

“Kami menyadari  komunikasi kebijakan kini harus adaptif, mudah dipahami, dan menjangkau masyarakat luas. Di sini peran media dan kreator digital  penting,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada mitra media dan kreator digital di Maluku yang selama ini mendukung agenda Bank Indonesia melalui pemberitaan dan pembuatan konten edukatif di berbagai kanal.

Pelatihan yang dihadiri oleh 50 wartawan dari berbagai media masa ini menyentuh berbagai topik strategis, mulai dari ekonomi dan keuangan syariah sebagai potensi pertumbuhan ekonomi baru, kampanye Cinta Bangga Paham Rupiah, hingga pemanfaatan sistem pembayaran digital seperti QRIS.

Dalam sesi pemaparan materi, Manajer pada Fungsi Pelaksanaan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif dan Syariah (FPPU KIS) BI Maluku Hary Kurniawan, menjelaskan peran BI dalam memperkuat ekonomi syariah dan inklusi keuangan yang berkelanjutan.

“Ekonomi syariah adalah bagian dari strategi besar dalam menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan merata,” terangnya 

Kegiatan juga diisi dengan sesi interaktif seperti kuis dan evaluasi, serta tantangan bagi peserta untuk membuat konten visual dari kegiatan ini, sebagai bagian dari kolaborasi literasi keuangan digital yang lebih luas

Dicky berharap pelatihan ini dapat memperkuat kapasitas peserta dalam menyampaikan informasi secara menarik dan sesuai dengan karakteristik media sosial dan platform digital.

“Sinergi ini tidak boleh berhenti di sini. Literasi ekonomi adalah tanggung jawab bersama agar masyarakat makin melek finansial dan percaya pada arah kebijakan negara,”ujarnya.



Pewarta: John Soplanit
Editor : Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026