Ambon (Antara Maluku) - Presiden Joko Widodo dijadwalkan melakukan penanaman perdana tanaman padi dan jagung di pulau Buru, Maluku pada 7 Mei 2015.

Gubernur Maluku Said Assagaff, di Ambon, Senin, mengatakan, berdasarkan koordinasi dengan Protokoler Kepresiden, Kepala Negara akan ke Buru setelah membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

"Rakernas APEKSI di Kota Ambon dijadwalkan dibuka pada Kamis (7/5) pagi, selanjutnya presiden terbang ke Namlea, ibu kota Kabupaten Buru untuk melakukan penanaman perdana padi dan jagung di dataran Waiapo," ujarnya.

Gubernur menyatakan dirinya bersama Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Wiyarto telah melakukan peninjauan persiapan penanaman perdana tersebut.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, kata dia, telah melakukan panen raya padi di Desa Waekasar, Kecamatan Waeapo pada 25 April 2015.

"Jadi hasil peninjauan maupun panen raya padi telah dilaporkan kepada presiden, selanjutnya diputuskan kepala negara melakukan penanaman perdana padi dan jagung di pulau Buru," kata gubernur.

Karena itu, semua komponen bangsa di Maluku diimbau memelihara stabilitas keamanan agar kunjungan presiden ke daerah ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong percepatan pembangunan dengan mengoptimalkan potensi SDA bernilai ekonomis.

"Presiden untuk pertama kalinya mengunjungi Maluku, makanya harus diapresiasi dan siap untuk meminta perhatiannya guna mendorong percepatan pembangunan di daerah ini," kata gubernur.

Untuk penanaman perdana padi dan jagung itu telah disiapkan lahan seluas 5.000 hektare di Desa Wanakarta, Dataran Waiapo.

Wanakarta merupakan salah satu lokasi utama pengembangan pengembangan padi sekaligus mendukung program swasembada beras di Maluku.

Sedangkan bibit jagung yang disediakan oleh Dinas Pertanian Maluku yakni sebanyak 500 kilogram, di samping sarana penunjang lain, termasuk ketersediaan air untuk irigasi disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Maluku.

Pewarta: Alex Sariwating
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026