Ternate (Antara Maluku) - Aliansi Masyarakat Oba Bersatu (AMOB - Maluku Utara (Malut) menyerahkan dokumen dukungan pemekaran Sofifi kepada pemerintah kota Tidore Kepulauan (Tikep) yang ditandatangani kepala desa, Lurah, BPD, LPM, Partai Politik dan LSM Se Kecamatan Oba.

"Dukungan itu kami serahkan langsung dan diterima walikota Ahmad Mahifa di ruang kerjanya, sehingga dengan diterimanya dukungan tersebut membuktikan kalau Wali Kota Tikep mendukung proses pemekaran Sofifi untuk menjadi Daerah Otonom Baru (DOB)," kata Ketua AMOB Sudirman S Alting di Ternate, Rabu.

Dia mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya menyampaikan aspirasi dukungan masyarakat yang tertuang dalam dokumen yang murni keinginan masyarakat agar Sofifi segera ditingkatkan statusnya menjadi kota, sehingga pemerataan pembangunan yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai

Menurut Diman, dokumen yang sama juga telah diserahkan kepada DPRD Tidore Kepulauan pada 04 Pebruari 2015 lewat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang diterima ketua DPRD Anas Ali SE.

"Tidak ada alasan lagi Pemerintah dan DPRD untuk tidak menindaklanjuti aspirasi masyarakat Oba yang sudah berlansung cukup lama, apalagi saat ini, Kota Sofifi merupakan salah satu ibukota Provinsi Malut," katanya.

Ia berharap tidak ada lagi drama antara pemerintah Kota Tidore dan Pemerintah Provinsi, yang saling melempar tanggung jawab, sudah saatnya pemerintah dan DPRD duduk satu meja membicarakan aspirasi masyarakat Oba.

"Sekali lagi saya tegaskan pemekaran Sofifi merupakan kebutuhan masyarakat Oba yang tidak bisa lagi tunda-tunda, karena ego dan kepentingan elit politik, AMOB akan terus melakukan pengawalan terhadapap langkah pemerintah dalam melakukan sosialisai pemekaran Sofifi," ujarnya.

Pewarta: Abdul Fatah
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026