Kuota yang ditetapkan itu berdasarkan SK Gubernur Malut dengan pertimbangan masih harus dibagi dengan jumlah calon haji di semua kabupaten/kota, kata Mujais Walanda di Ternate, Sabtu.
Ia mengatakan di setiap kabupaten/kota kuotanya berbeda, yang terbanyak itu Kabupaten Kota Ternate, kalau sebelumnya 230 orang, sekarang hanya sebanyak 211 orang, alasannya karena masih harus dibagi lagi dengan kabupaten/kota lain.
Selain itu juga dihitung dari jumlah penduduk yang beragama Islam, seperti di Kabupaten Halmahera Selatan dan Halmahera Tengah, katanya.
Menurutnya, Pemkot Ternate juga telah menyiapkan segala keperluan maupun kebutuhan para calon haji, seperti biaya embarkasi maupun pelatihan manasik haji hingga pengurusan paspor telah yang telah diselesaikan.
Selain telah melaksanakan manasik haji, para calon haji juga telah melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk suntik kekebalan tubuh agar jamaah terlindungi dari berbagai jenis virus mematikan, seperti virus mers dan virus meningitis.
Mengenai biaya embarkasi, pemerintah setempat telah menyiapkan biaya untuk para calon haji dan para petugas, katanya.
Ia juga mengimbau para calon haji yang akan berangkat tahun ini agar tetap menjaga kesehatan dan selalu mengikuti aturan yang telah diajarkan dalam manasik haji, sehingga menjadi satu dasar untuk melaksanakan ibadah haji dengan benar.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.