Santiago (Antara Maluku) - Federasi sepak bola Brazil (CBF) menegaskan kembali klaim-klaim mereka bahwa Neymar da Silva Santos Junior, yang diskors karena menanduk pemain Kolombia, telah diperlakukan tidak adil di turnamen itu.
Brazil, yang masih memulihkan diri setelah kehancuran di Piala Dunia tahun lalu, dikejutkan dengan hukuman yang diberikan kepada pemain kunci mereka itu dan CBF mencoba mencari cara untuk melakukan banding.
"Para ahli hukum CBF akan merespon semua tindakan yang dikenakan terhadap Neymar," kata Dunga pada konferensi pers pada malam sebelum Brazil memainkan pertandingan terakhirnya di Grup C melawan Venezuela pada Minggu.
Direktur hukum CBF Carlos Eugenio Lopes berkata, "Keputusan itu tidak normal. Kami tidak menginginkan apapun yang menguntungkan kami, kami tidak menginginkan apapun yang merugikan kami, kami hanya ingin agar ini seimbang. Semestinya ada kesetaraan penilaian untuk semua orang di dalam turnamen," tambah sang pelatih, sambil mengingatkan bahwa ikon terkini sepak bola Brazil itu akan dirindukan.
Neymar telah mendapat skors satu pertandingan, yang membuatnya dipastikan absen pada pertandingan terakhir Brazil di fase grup, setelah mendapatkan kartu kuning keduanya di turnamen ini.
Namun CONMEBOL menambahi hukuman menjadi empat pertandingan, dengan memperhitungkan kartu merah dan tingkah lakunya pada akhir pertandingan melawan Kolombia.
Para penghuni Grup C yakni Brazil, Kolombia, Peru, dan Venezuela memiliki koleksi angka yang sama, dengan raihan satu kemenangan dan satu kekalahan sejauh ini.
"Neymar merupakan pribadi sepak bola dan hukuman itu sangat besar. Tentu saja kita semua mencintai sepak bola dan kita ingin melihatnya di lapangan, bukan hanya Neymar, namun (Alexis) Sanchez, (Lionel) Messi, (Angel) di Maria," kata Dunga.
Absennya Neymar dapat berarti peluang bagi Douglas Costa untuk mendapat tempat di tim inti, namun banyak penggemar Brazil cemas dengan konsekuensi-konsekuensi kehilangan pemain bintang mereka.
Pada Piala Dunia 2014, Neymar mengalami retak tulang belakang saat timnya menang 2-1 atas Kolombia di perempat final.
Pelanggaran itu dilakukan oleh pemain Kolombia Juan Camilo Zuniga, yang tidak mendapat hukuman apapun dan, tanpa bintang mereka, Brazil kalah 1-7 dari Jerman di semifinal yang menimbulkan trauma. (AFP)
Pewarta: A.R.A Adipati (*): John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.