"Alasan utama adalah nilai ekspor Maluku yang hanya mencapai 15,9 juta dollar AS sedangkan nilai impor mencapai 24,47 juta dolar AS, kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Jessica Eliziana Pupella di Ambon, Rabu.
Penyumbang terbesar defisit neraca perdagangan luar negeri Maluku, lanjutnya, adalah ketidakseimnbangan nilai ekspor dan impor.
Jessica menjelaskan, defisit terbesar neraca perdagangan luar negeri Maluku datang dari transaksi ekspor impor negara asal Singapura dengan defisit sebesar 84,76 juta dolar AS.
"Nilai ekspor Maluku pada bulan Mei 2015 adalah sebesar 15,90 juta dolar AS atau mengalami kenaikan signifikan 5.832,66 persen.
Sedangkan nilai ekspor Maluku periode Januari-Mei 2015 mencapai 19,40 juta dolar AS, jika nilai tersebut dibandingkan dengan nilai ekspor Januari-Mei 2014 yang sebesar 71,84 juta dolar Amerika, maka terjadi penurunan 73 persen.
Untuk nilai impor Maluku pada bulan Mei 2015 sebesar 24,47 juta dolar AS, naik 3,38 persen dibandingkan dengan nilai impor bulan April 2015 yang hanya 23,67 juta dolar.
Dengan demikian defisit neraca perdagangan luar negeri Provinsi Maluku pada periode Januari-Mei 2015 mencapai 97,54 juta dolar AS.
Pewarta: John Soplanit: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.