"Di tingkat distributor Rp36 ribu per kg dan sudah bertahan sejak sebelum Ramadan, tetapi di tingkat pengecer mencapai Rp40 ribu hingga Rp48 ribu per kg," kata Ketua Forum Pemasok Pangan Kota Ternate Masnur, di Ternate, Kamis.
Ia mengakui pedagang bawang merah di tingkat eceran tersebut masih sulit diatur oleh instansi terkait seperti pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat.
"Apalagi sejumlah pedagang juga mengambil barang dari luar daerah, sehingga harga bervariasi. Karena itu perlu ada solusi dari Disperindag Ternate untuk menstabilkan harga bawang merah di kota ini," katanya.
Forum Pemasok Pangan maupun Disprindag, kata Masnur, telah berupaya agar pedagang level eceran bisa menetapkan harga standar, tetapi sampai sekarang belum berhasil.
Sementara itu, Kabid Perdagangan Disperindag Kota Ternate, Chairul Arif ketika dihubungi mengatakan, pihaknya tetap melakukan pengawasan secara intensif agar pedagang eceran tidak seenaknya memainkan harga.
"Kami juga sering mengadakan pengcekan harga di pasar, selain meminta pedagang untuk melaksanakan kesepakatan untuk tidak memanfaatkan momentum Ramadan dalam mencari keuntungan," katanya.
"Beberapa waktu lalu sudah ada pertemuan antara Disperindag, distributor dan pedagang pengecer," tambahnya.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.