Ternate (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan atau SAR Ternate menggelar lokakarya pencarian dan pertolongan guna meningkatkan kapasitas masyarakat menghadapi situasi kedaruratan dan bencana di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara.

"Saya mengajak seluruh peserta untuk mengikuti workshop (lokakarya) dengan sungguh-sungguh, berpartisipasi aktif dalam setiap sesi dan menjadikan ilmu yang didapat sebagai bekal untuk diterapkan di lingkungan masing-masing," kata Kepala Basarnas Ternate Iwan Ramdani dihubungi di Ternate, Sabtu.

Dia mengatakan lokakarya diikuti 80 orang tersebut, untuk memberikan edukasi ke masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi kedaruratan dan bencana.

Ia mencontohkan terkait dengan penanganan bencana aktivitas Gunung Dukono di Halmahera Utara, sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.

Aktivitas erupsi gunung itu yang berlangsung hampir setiap tahun, kata dia, menimbulkan potensi ancaman bagi masyarakat sekitarnya, baik dampak awan panas, abu vulkanik, maupun gangguan terhadap aktivitas ekonomi dan kesehatan masyarakat.

Melalui lokakarya itu, Kantor Basarnas Ternate bersama dengan instansi terkait ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi dampak erupsi gunung api.

"Kedaruratan dalam bencana bukan hanya tugas pemerintah atau Basarnas semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat," ujarnya.

Lokakarya itu atas inisiatif Anggota Komisi V DPR RI Irine Yusiana Roba Putri bekerja sama dengan Kantor Basarnas Ternate.

Irine memberikan apresiasi kepada Basarnas Ternate yang telah melaksanakan lokakarya tersebut, karena memberikan ilmu positif kepada masyarakat Kabupaten Halmahera Utara, terutama di Desa Mamuya, Luari, Pune , dan Soasio, Kecamatan Galela.

"Yang pastinya akan terdampak apabila Gunung Dukono erupsi," katanya.



Pewarta: Abdul Fatah
Editor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026