Ternate (ANTARA) - Laga Malut United kontra Arema Malang pada pekan ke-13 BRI Super League 2025/2026 pada Sabtu, 29 November 2025, di Stadion Gelora Kieraha (GKR) Ternate digelar tanpa kehadiran suporter tim tamu.
Ketua LOC Malut United, Maurice Tuguis yang dihubungi, Rabu, menjelaskan bahwa larangan kehadiran suporter lawan merupakan ketentuan resmi yang diterapkan di seluruh kompetisi Super League musim 2025/2026.
“Malut United vs Arema Malang untuk suporter lawan dilarang hadir sesuai dengan regulasi liga,” ujarnya.
Ia menegaskan, pihak panitia pelaksana di daerah tetap mengikuti aturan yang telah ditetapkan operator liga.
Tiket pertandingan mulai dijual sejak H-4 dengan harga bervariasi, yakni Rp115 ribu untuk tribune Selatan dan Utara, Rp150 ribu untuk tribune Timur, Rp200 ribu untuk wing Barat dan Utara, serta Rp350 ribu untuk kategori VIP Barat. Sementara untuk kategori VVIP (royal box) ditetapkan sebesar Rp750 ribu.
Maurice menambahkan, kick-off pertandingan dimulai lebih awal dari biasanya. “Untuk kick-off biasanya pukul 21.00 WIT atau jam sembilan malam, kini dimajukan ke siang hari atau pukul setengah empat,” katanya.
Tidak hanya laga kontra Arema Malang, dua pertandingan kandang Malut United berikutnya melawan Persib Bandung pada Minggu, 14 Desember 2025, dan Borneo FC pada Minggu, 28 Desember 2025 juga dijadwalkan berlangsung pada siang hari.
Demi menjaga kenyamanan dan keamanan, panitia pelaksana bekerja sama dengan Polda Maluku Utara dan Polres Ternate. Setiap penonton yang memasuki stadion akan melalui pemeriksaan ketat, termasuk razia minuman keras, senjata tajam, dan barang terlarang lainnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pendukung Arema Malang dilarang saksikan laga di GKR
Pewarta: Abdul FatahEditor : Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026