Ternate (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara (Malut), mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi pada periode 6 hingga 11 Januari 2026.
Kepala BPBD Malut, Fehby Alting dihubungi dari Ternate, Selasa, meminta BPBD kabupaten/kota se-Maluku Utara agar meningkatkan koordinasi dengan pihak terkait dalam mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Selain itu, BPBD daerah juga diminta untuk mempersiapkan sumber daya serta secara aktif memperbarui informasi cuaca dari BMKG.
"BPBD kabupaten/kota juga perlu memantau kondisi terkini di lapangan, menyebarkan informasi peringatan dini terkait curah hujan dan tinggi muka air, serta memastikan ketersediaan rambu dan jalur evakuasi," ujar Fehby.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai tindak lanjut atas siaran pers Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Babullah Ternate terkait prospek cuaca dan potensi cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Maluku Utara.
Selain kepada pemerintah daerah, BPBD Provinsi Maluku Utara juga menyampaikan sejumlah imbauan kepada masyarakat. Warga diminta untuk mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila terjadi ancaman bencana seperti banjir dan longsor.
Fehby menyatakan, pihaknya terus mengeluarkan imbauan kepada masyarakat dan mengingatkan agar waspada saat beraktivitas di wilayah rawan, seperti pesisir pantai dan area perbukitan, serta menghindari area yang terdapat pepohonan tua atau rawan tumbang.
"Selalu periksa prakiraan cuaca sebelum bepergian, baik menggunakan moda transportasi darat, laut, maupun udara, dan ikuti informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah Ternate," ujar Fehby.
