Ambon (ANTARA) - Komisi III DPRD Maluku mengharapkan percepatan proses audit internal terkait program penyaluran dana Kredit Cepat (KECE) BRI 2025 yang diduga bermasalah dan merugikan sejumlah petani yang menjadi nasabah di Desa Kobi, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.

"Upaya mempercepat penyelesaian masalah ini sangat penting mengingat peran BRI sebagai lembaga perbankan yang menjadi tumpuan utama masyarakat terutama di wilayah pelosok pedesaan," kata Ketua Komisi III DPRD Maluku Alhidayat Wajo di Ambon, Selasa.

Bahkan pada beberapa daerah tertentu, BRI menjadi satu-satunya bank yang melayani transaksi keuangan masyarakat.

Sehingga komisi telah melakukan rapat dengar pendapat dengan BRI dan perwakilan nasabah untuk menyelesaikan masalah dimaksud dan diharapkan proses audit internal segera dirampungkan.

Munculnya masalah dugaan fiktif kredit cepat BRI di Malteng saat dilakukan agenda reses anggota DPRD Maluku ke daerah itu dan para petani Desa Kobi menyampaikan aspirasi mereka untuk diselesaikan.

Menurut dia, dalam RDP komisi dengan BRI telah disampaikan kalau pihak bank menyampaikan dua opsi penting dalam upaya penyelesaian masalahnya yakni menempuh jalur hukum serta adanya peluang pemulihan atau pemutihan terhadap nama-nama nasabah yang dirugikan, namun semua tergantung pada hasil audit internal.

"BRI menyampaikan target penyelesaian masalah pada Februari atau Maret 2026 dan komisi sangat mendorong agar persoalan KECE BRI di Malteng tidak berlarut-larut," tandasnya.

Para nasabah juga meminta penjelasan kronologis atas dugaan kredit fiktif tersebut agar tidak menimbulkan keresahan dan menggerus kepercayaan publik terhadap dunia perbankan.

Program kredit cepat BRI ini pernah digulirkan pada 2023 hingga 2024 dan mendapat persetujuan warga dusun ketika itu, namun dalam praktiknya, dana kredit tidak diterima oleh nasabah tetapi digunakan oleh pihak lain, walau pun kemudian sempat dilakukan pengembalian.

Kemudian pada 2025, warga mengaku tidak pernah mengajukan atau pun menyetujui kredit tersebut namun ada pencairan ke rekening nasabah serta terjadi pemotongan dana secara sepihak oleh bank.

Warga mengaku kalau pemotongan dana terjadi secara otomatis setiap kali ada dana yang masuk ke rekening, dan anehnya ditemukan transaksi yang terjadi pada tengah malam sekitar pukul 00.00 WIT tanpa sepengetahuan pemilik rekening.



Pewarta: Daniel Leonard
Editor : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026