Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknas) Kota Ternate Muhdar Din di Ternate, Selasa, mengatakan, anggaran Rp1,3 miliar telah disahkan DPRD Kota Ternate dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas guru melalui UKG.
"Kami mengapresiasi DPRD Kota Ternate yang membidangi pendidikan yakni komisi III secara keseluruhan sepakat anggnran tersebut karena itu sangat penting untuk kepentingan UKG yang akan dating," ujar Muhdar.
Dia menjelaskan, anggaran Rp.1,3 miliar merupakan penandatanganan MoU sebelumnya dengan Kementerian Pendidikan melalui Direktorat Jenderal tenaga kependidikan dengan dinas kabupaten/kota seluruh Indonesia, termasuk Kota Ternate.
Kemudian MoU dengan PMPTK se Indonesia dan dinas pendidikan kabupaten/kota dan intinya, pada MoU bersama dengan Kementrian dan PMPTK agar bagaimana ada anggran yang diploting untuk pelatihan guru-guru yang tahun 2015 masih memiliki nilai raport merah.
"Jadi nilai yang diberikan Kementerian itu yang standarnya 5,5 hanya seberapa orang yang lolos," katanya.
Sedangkan, guru yang belum lolos, Diknas akan melakukan pelatihan dengan anggaran yang cukup besar. Dari 17.000 di provinsi Malut yang ikut UKG diprediksi akan lulus kurang lebih 1.000 orang. Sisanya sekitar 15.000 menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah kota dan provinsi.
Di kota Ternate, sekitar 1.300 guru lebih yang harus dilatih, sehingga perlu ada perencanaan yang bagus dan akan diboboti pendampingan setelah dilakukan pelatihan. Dari anggaran sebesar itu akan diupayakan melatih guru-guru yang memiliki kompetensi yang masih rendah, sehingga ke depan bisa ditingkatkan.
Pewarta: Ternate, Diknas: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.