Ternate (ANTARA) - Kementerian Hukum mencatat nasi jaha salah satu makanan khas dari Maluku Utara masuk Kekayaan Intelektual Komunal yang dilindungi negara.
"Nasi jaha merupakan makanan kegemaran warga Maluku Utara khususnya Ternate, merupakan makanan yang telah dilindungi negara melalui pencatatan pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkum," kata Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum (Kemenkum) Malut Budi Argap Situngkir di Ternate, Kamis.
Budi menyampaikan, nasi jaha yang terbuat dari beras ketan dicampur air santan yang dimasak di dalam bambu, termasuk pengetahuan tradisional, yakni karya intelektual mengandung unsur karakteristik warisan tradisional yang dihasilkan, dikembangkan, dan dipelihara oleh komunitas atau masyarakat.
"Perlindungan kekayaan intelektual komunal berupa pengetahuan tradisional seperti nasi jaha bertujuan untuk mencegah eksploitasi oleh pihak luar, menjaga identitas budaya, dan memberikan manfaat ekonomi yang adil bagi masyarakat," kata dia.
Ia mengajak sinergi pemerintah daerah, komunitas masyarakat, kampus, dan seluruh pihak untuk bersama-sama mencatatkan potensi kekayaan intelektual komunal seperti pengetahuan tradisional, ekspresi budaya, potensi indikasi geografis, indikasi asal, dan lainnya.
Senada dengan itu Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkum Malut Rian Arvin mengajak seluruh pihak untuk melindungi pengetahuan tradisional, dan budaya masyarakat melalui pencatatan kekayaan intelektual komunal pada DJKI Kemenkum.
“Layanan permohonan pencatatan KIK telah online bisa diakses dari mana saja. Lebih dari itu, Kanwil Kementerian Hukum Malut juga siap melakukan pendampingan secara gratis,” katanya mengajak.
Syarif Hi. Sabatan, pelapor dari Lembaga Seni Budaya Molokiyah dan Yayasan Mahakota Gamalama Maluku Utara menyampaikan , nasi jaha yang dikembangkan oleh masyarakat Ternate merupakan budaya yang telah turun temurun hingga saat ini karena telah menyatu dengan tradisi yang dianut dan diajarkan kepada anak cucu.
"Nasi jaha merupakan representasi sosial budaya masyarakat makanan adat itu telah dikenal luas sebagai makanan khas dari Ternate," katanya.
Sementara itu, Risma, seorang pedagang takjil di Ternate mengatakan di bulan Ramadan, nasi jaha termasuk menu yang digemari warga karena rasanya yang enak.
"Satu hari di bulan puasa, sekitar lima bambu nasi jaha bisa terjual habis. Bahkan bisa lebih. Kami jual Rp10 ribu dapat 4 potong," kata dia.
Pewarta: Abdul FatahEditor : Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026