Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan perlunya kebijakan yang melindungi masyarakat kelas menengah agar mereka tidak turun kelas.
"Kebijakan kemiskinan tidak cukup hanya berfokus membantu yang miskin, tetapi kita harus terus bergerak mencegah kelompok rentan dan kelas menengah supaya tidak turun kelas," kata Menko PM Muhaimin Iskandar dalam Rapat Koordinasi bertajuk "Peran Pemerintah Daerah Dalam Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem" di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, kemiskinan masih menjadi tantangan besar di Indonesia, yang ditandai dengan menurunnya jumlah kelas menengah dan meningkatnya secara signifikan kelompok-kelompok rentan miskin.
Hal ini, lanjutnya, menunjukkan struktur kesejahteraan masyarakat yang belum sepenuhnya kokoh dalam menghadapi tekanan-tekanan ekonomi.
"Tekanan biaya hidup, ketidakpastian pasar kerja, serta meningkatnya biaya pendidikan dan kesehatan, akan terus berpotensi menggerus daya tahan kelas menengah kita," kata Menko Muhaimin Iskandar.
Ia mengatakan fenomena ini menunjukkan guncangan ekonomi bisa dengan mudah mendorong kelompok rentan jatuh ke jurang kemiskinan.
Padahal pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh konsumsi kelas menengah yang selama ini menjadi motor utama permintaan domestik dan stabilitas ekonomi.
Kementerian Koordinator (Kemenko) PM pun terus menggaungkan upaya-upaya pemberdayaan agar masyarakat bisa naik kelas dan menjadi pelaku pembangunan.
"Bila kita ingin masyarakat terus naik kelas dan bermartabat, maka pemberdayaan masyarakat adalah kuncinya. Dengan paradigma ini, masyarakat tidak hanya menerima bantuan, tetapi kita dorong menjadi pelaku pembangunan," kata Menko Muhaimin Iskandar.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Muhaimin: Perlu kebijakan yang melindungi kelas menengah
Pewarta: Anita Permata DewiUploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026