"Ada yang tidak mau memberikan data akurat dan ada juga yang tidak mau didata, dan hal ini merupakan tugas kami dari BPS," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Diah Utami di Ambon, Rabu.
Kami akan melakukan pendekatan, lanjutnya, dan teman-teman petugas dari kabupaten dan kota di Maluku juga sudah bersedia bahkan ada yang sudah turun ke lapangan guna mendampingi petugas yang belum berhasil melakukan pendataan.
"SE ini mulai dari tanggal 1 sampai 31 Mei 2016 selesai, hanya saja sampai sekarang ini ada yang dianggap belum rapi tetap dilakukan penyisiran," katanya.
Penyisiran terfokus di Kota Ambon yang banyak potensi usaha tetapi belum semuanya memberikan jawaban akurat.
Menurutnya, hasil SE yang dilaksanakan dari tanggal 1 hingga 31 Mei belum bisa disampaikan, kemungkinan pertengahan Agustus 2016 baru bisa disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo.
SE 2016 adalah pendataan, sedangkan pencacahan selengkapnya dijadwalkan tahun 2017.
Pelaksanaan sensus ekonomi (SE) di Provinsi Maluku akan berlangsung sukses kalau semua responden memberikan jawaban yang baik dan benar.
"Itu yang kami sangat harapkan dan akan suskses SE tahun 2016 ini, namun ternyata masih ada responden yang belum mau memberikan data yang akurat," kata Diah.
Diah menambahkan, petugas pencacah yang bertugas di Maluku sebanyak 1.682 orang, tersebar di seluruh kabupaten dan kota daerah ini dan petugas terbanyak di Kota Ambon yakni 485 orang, mengingat banyak perusahaan yang beroperasi di ibu kota Maluku ini, disusul Kabupaten Maluku Tengah.
BPS pada tahun ini hanya ingin mendapatkan gambaran kondisi perusahaan dan pencacahan lebih terperinci akan dilakukan pada 2017.
"SE tahun 2016 ini hanya mendata keberadaan usaha dari perusahaan. Secara khusus, yang sering terlewatkan, adalah kaki lima dan online yang pendekatannya ke rumah tangga," kata Diah.
Pewarta: John Soplanit: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.