Ambon, 14/6 (Antara Maluku) - Transaksi emas di sejumlah toko perhiasan maupun pedagang pinggiran jalan di kota Ambon, Maluku, terlihat relatif sepi.

"Belum ada perubahan seperti hari-hari biasa. Pokoknya transaksi masih sepi," kata pemilik toko emas yang berlokasi di kawasan pertokoan Matahari Ambon Plaza, Dullah, Selasa.

Dia mengemukakan, kemungkinan dua minggu lagi ada perubahan atau paling tidak 10 hari menjelang perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah pasti masyarakat yang menjual atau membeli perhiasan emas.

"Kita sudah terbiasa dengan situasi ini karena berlangsung dari tahun ke tahun banyak warga yang menjual emas guna mendapatkan uang tunai menjelang perayaan Idul Fitri," ujar Dullah.

Biasanya masyarakat perlu uang tunai untuk merayakan Idul Fitri, lanjutnya, ada pula untuk keperluan anak-anak menjelang memasuki tahun pelajaran yang baru.

Sedangkan harga yang ditawarkan di toko-toko emas di Ambon sedikit bergerak naik yakni dari Rp550.000 menjadi Rp575.000/gram.

Lain hal dengan pedagang emas pinggiran di emperan pertokoan Matahari Ambon Plaza, Nadsir mengatakan, transaksi penjualan maupun pembelian masih sepi, masyarakat yang datang umumnya hanya untuk memperbaiki perhiasan rusak.

"Hasil perbaikan lumayan juga sebab sekali solder harganya Rp20.000/titik, baik cincin, anting, giwang maupun kalung," katanya.

Sejak pagi hari beraktifitas di sini sudah berhasil memperbaiki tiga titik mainan kalung, dengan rejeki sebesar Rp60.000.

Sedangkan emas yang dijual dalam bentuk cincin, anting dan lainnya tergantung barang yang dijual.

"Kita lihat dahulu barang yang mau dijual sebab kalau masih utuh dibeli dengan harga Rp400.000/gram, sedangkan yang sudah rusak bervariasi Rp350.000 hingga Rp375.000/gram," ujarnya.

Setelah itu, lanjutnya, di pajang lagi untuk dijual kepada masyarakat yang mau membelinya dipatok harga Rp480.000/gram.

"Agak berbeda memang dengan di toko yang menjual dengan harga Rp575.000/gram sebab barangnya masih baru. Lain dengan yang dijual kepada masyarakat sebab itu barang bekas yang dibeli kemudian dicuci baru dijual lagi," ujarnya.

Nanti kita lihat satu minggu kedepan, lanjutnya, sebab sekarang ini masih sepi sejak masyarakat Muslim mulai menunaikan ibadah Puasa sejak 6 Juni 2016.

Pewarta: John Soplanit
: John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026