"Artinya kondisi ekonomi konsumen relatif meningkat dengan tingkat optimisme yang lebih tinggi dibandingkan triwulan I - 2016 yang hanya ebesar 100,45," kata Kepala BPS Maluku Utara, Misfahrudin, di Ternate, Minggu.
Dia menjelaskan, berdasarkan variabel pembentuk ITK, membaiknya ekonomi konsumen dengan nilai indeks di atas 100 pada periode triwulan II-2016 didorong seluruh komponen pembentuk indeks.
Artinya, adanya peningkatan pendapatan rumah tangga saat ini dengan nilai indeks 110,78 dan tidak adanya pengaruh inflasi terhadap total pengeluaran konsumen dengan nilai indeks 101,02.
Sehingga, volume atau frekuensi konsumsi barang dan jasa mengalami peningkatan dengan nilai indeks 116,26.
Menurut dia, peningkatan pendapatan yang dirasakan oleh konsumen salah satunya disebabkan oleh penerimaan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun karyawan swasta di akhir Juni 2016.
Bahkan, kondisi harga barang dan jasa selama Triwulan II-2016 menurut Indeks Harga Konsumen (IHK), secara umum menunjukkan inflasi komulatif yang relatif stabil yaitu sebesar 0,64 persen.
Inflasi tertinggi terjadi pada Juni 2016 yang mencapai 0,30 persen yang dipicu oleh kenaikan harga bahan makanan.
Namun, berdasarkan Survei Tendensi Konsumen (STK) nilai indeks komponen pengaruh inflasi terhadap total pengeluaran rumah tangga hanya sebesar 101,02 yang artinya inflasi atau kenaikan harga tidak akan mempengaruhi mereka dalam hal mengkonsumsi barang dan jasa.
Misfahrudin mengaku, komponen ITK yang mengalami peningkatan paling tinggi adalah komponen volume atau frekwensi barang dan jasa yang mencapai nilai indeks sebesar 116,26.
Bahkan, pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri 1437 Hijriah ditengarai menjadi faktor kunci dalam peningkatan volume atau frekuensi konsumsi barang dan jasa tersebut.
Sehingga, angka indeks kelompok makanan pada Triwulan II-2016 yang bernilai 157,50 menujukkan tingkat optimisme masyarakat yang tinggi dan lebih optimis dibandingkan triwulan sebelumnya.
Pewarta: M, Ponting: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.