"Sudah ada parpol merekomendasi pasangan Era Fagogoru ini dan saat ini tercatat empat partai yang memiliki kursi di DPRD telah mengeluarkan rekomendasi ke pasangan Era yakni Nasdem, Hanura, Gerindra dan Golkar dengan totalnya 8 dari 20 kursi di DPRD Halmahera Tengah," kata Bakal Calon Bupati Halteng, Edi Langkara di Ternate, Senin.
Di luar dari partai itu, lima partai non kursi pun ikut mendukung pasangan ini yakni PKB, PAN, PPP, PKPI dan Demokrat, artinya, dari 12 partai yang ikut Pemilu 2014, 9 diantaranya mengusung dan mendukung Elang-Rahim.
"Tinggal tiga partai yakni PDI-P, PBB dan PKS yang belum menyatakan sikap akan kemana, meski demikian kami telah membangun komunikasi dengan PBB yang memiliki 2 kursi, dan satu partai non kursi yakni PKS," ujarnya.
Edi mengatakan, jika PBB dan PKS telah bergabung dengan Elang-Rahim, maka semua partai akan mengeroyok PDI-P di Pilkada Halmahera Tengah 2017 mendatang, sebab PDI-P yang memiliki 9 kursi bakal mengusung kandidat sendiri, apakah Soksi Ahmad atau Mutiara Yasin dan semua partai sudah menetapkan pasangan Era.
Menurutnya, PBB yang memiliki dua kursi, pihaknya telah bernegosiasi dengan DPC, DPW dan DPP, sedangkan PKS, meski tak memiliki kursi, namun Edy mengaku sudah mendapat lampu hijau dari pengurus provinsi.
"Enam partai yang tidak memiliki kursi DPRD ini sangat kami butuhkan, karena kami memiliki data, parpal-parpol ini memiliki suara signifikan pada Pileg 2014, namun KPU bekerjasama dengan partai tertentu merampok suara partai-partai ini," kata Edi.
Sebab itu Edy berjanji, apabila terpilih menjadi bupati bertekad akan membuka ruang seluruh kontestan pemilu untuk bersaing secara sehat dan demokratis.
Sementara Perindo walaupun belum menjadi peserta pemilu, namun pihaknya sudah menyampaikan permohonan dukungan. Belajar dari pengalaman, katanya, pada Pilkada 2017 pihaknya akan memperbaiki sistem konsolidasi secara baik dan terkontrol di tingkat TPS.
"Pengalaman menunjukkan, sebelumnya pernah dizalimi secara masif dan sistematis di tingkat TPS oleh penyelenggara Pemilu dan dua kali mengikuti Pilkada 2007-2012, saya menang, hanya saja lembaga penyelenggara yang tidak independen," katanya.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.