"Kami telah targetkan untuk meraih medali melalui cabang yang diunggulkan, sehingga atlet yang berprestasi akan diberikan bonus," kata Ketua KONI Malut, Djafar Umar, di Ternate, Rabu.
Menurut dia, peraih medali emas akan diberikan Rp100 juta, perak Rp75 juta, perunggu Rp50 juta.
Para atlet Malut yang dilepas oleh Gubernur Abdul Gani Kasuba pada Selasa (13/9) memiliki target memperbaiki peringkat provinsi itu di ajang PON.
"Targetnya naik ke peringkat 25, setelah pada PON empat tahun lalu kita berada di posisi 32," kata Djafar.
Anggota DPRD Provinsi Malut itu mengakui, tim PON Malut telah melakukan persiapan sejak sebulan lalu dengan target mendulang sebanyak mungkin medali emas, perak dan perunggu dari cabang unggulan seperti tinju.
Malut juga mengirim lima petinjunya ke Bangkok, Thailand untuk menjalani latihan negeri gajah putih tersebut.
Mereka bahkan melakukan uji tanding dengan sejumlah petinju berkualitas di negara tersebut.
Kontingen Malut pada PON XIX Jawa Barat membawa 49 atlet yang akan bertanding di 15 cabang olah raga, dengan target meraih sedikitnya sembilan medali.
Dari 15 cabor yang diikuti, tinju, taekwondo dan atletik diproyeksikan menyumbang emas, apalagi para atletnya dilatih pelatih nasional dan telah menunjukkan prestasi mulai dari Kejurda hingga Popnas.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.