"Pemasokan cabai dari Sulawesi dan Jawa relatif kurang sehubungan menurunnya produksi petani cabai di wilayah itu akibat curah hujan tinggi," kata salah seorang pedagang cabai, Irma , di Ternate, Sabtu.
Harga cabai di Ternate sudah menunjukan kenaikan sejak sepekan terakhir yakni Rp40 ribu/Kg menjadi Rp60 ribu/Kg untuk jenis keriting.
Sedangkan, cabai nona naik dari Rp50 ribu/Kg menjadi Rp60 ribu/ KG.
Irma memprediksi harga cabai di Ternate bisa mencapai Rp80 ribu/Kg hingga Rp100 ribu/Kg jika pemasokan dari luar tidak ada penambahan secara signifikan, karena stok yang ada tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu lama.
Kondisi seperti itu selalu terjadi setiap akhir tahun, terutama mulai Oktober sampai Desember karena merupakan puncak musim hujan yang berpengaruh terhadap produksi cabai. Apalagi menjelang perayaan Natal maupun Tahun Baru.
Kepala Disperindag Kota Ternate, Arief Abdul Gani, mengatakan Ternate sangat tergantung dengan pemasokan cabai dari daerah lain, karena produksi lokal relatif terbatas.
Disperindag telah meminta kepada Forum Pemasok Pangan Ternate agar segera mengupayakan pemasokan cabai dari Sulawesi dan Jawa, termasuk produksi lokal dari kabupaten Halmahera Timur maupun Halmahera Utara.
Ia mengimbau kepada pedagang di daerah ini agar tidak memanfaatkan kondisi tersebut dengan menaikan harga cabai di luar batas kewajaran, apalagi kemudian sengaja menimbun stok yang ada karena kalau ketahuan pasti ditindak tegas.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.