"Kami harus menjual BBM jenis premium dengan harga sampai Rp20 ribu per liter, karena BBM yang dibeli di sejumlah pemilik SPBU mencapai Rp10 ribu per liter," kata salah seorang pengecer BBM jenis premium, Rismala di Ternate, Jumat.
Dia menyatakan, meskipun BBM dijual sampai Rp20 ribu per liter, tetap saja ada kendaraan roda dua maupun roda empat yang membeli, sehingga keuntungan yang diraih bisa di atas tiga kali lipat.
Akibatnya, sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat mengeluhkan tingginya kenaikan harga BBM jenis premium yang dijual para pengecer dengan memanfaatkan terbatasnya distribusi BBM ke SPBU.
Salah seorang pengendara roda dua, Ishak ketika dihubungi menyayangkan sikap pemkot maupun pihak Pertamina yang terkesan tutup mata dengan tingginya harga BBM yang di jual di tingkat pengecer.
"Instansi terkait harusnya menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) di tingkat eceran, sehingga harga tidak seenaknya diatur oleh pengecer, karena harga BBM dijual sampai Rp20 ribu per liter," katanya.
Di tempat terpisah, Sales Executive Manager Retail V PT Pertamina Depot Ternate, Andi Arifin ketika dihubungi mengakui, adanya pengurangan jatah SPBU yang biasanya 20 - 25 kl dikurangi hingga 15 kl per hari, untuk menjaga stok BBM bisa tetap tersedia,
"Stok BBM kami jamin mulai tersedia mulai Sabtu (26/11) Besok, karena kapal tanker yang membawa BBM jenis premium sebanyak 900 kl telah berangkat dari Tobelo menuju Ternate pada Jumat dini hari tadi," kata Andi.
Oleh karena itu, dirinya meminta agar masyarakat tidak panik dengan terbatasnya BBM yang disalurkan melalui SPBU, karena BBM jenis premium yang tiba nanti bisa memenuhi kebutuhan masyarakat hingga dua pekan mendatang.
Sementara itu, empat SPBU di Kota Ternate dalam empat hari terakhir tidak melayani masyarakat untuk mendapatkan BBM jenis premium maupun pertalite, karena distribusi BBM ke SPBU sangat terbatas.
Pewarta: Abdul Fatah: John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.