Kepala Perwakilan BI Malut, Dwi Tugas Waluyanto di Ternate, Rabu, mengatakan, dana yang dialokasikan tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya karena ada pilkada Malut.
Menurut dia, inflasi dan kenaikan harga sembako bisa sewajarnya, tentunya dengan adanya komunikasi antar-instansi, karena dana untuk Ramadan disiapkan uang sebesar Rp600 miliar untuk kebutuhan masyarakat terhadap uang bisa terpenuhi.
"Jumlah ini lebih besar dari tahun lalu Rp550 miliar, karena untuk tahun ini ada pilkada Malut 2018, tentunya kebutuhan masyarakat akan tersedia," ujarnya.
Sehingga, Perwakilan BI memastikan ketersediaan uang di Malut, karena ketersediaan uang yang ada dipastikan dapat memenuhi kebutuhan uang sampai di saat Ramadan nanti.
Tetapi, Perwakilan BI Malut telah memastikan dan mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu khawatir pada saat Ramadan, meskipun biasanya dalam menghadapi Ramadan maupun Idul Fitri pasti terjadi inflasi, karena kebutuhan masyarakat meningkat.
"Uangnya sudah tiba beberapa hari lalu dengan jumlah yang mencukupi, sehingga masyarakat tak perlu khawatir menjelang Ramadan," katanya.
Bahkan, uang tersebut juga akan didistribusikan ke perbankan, karena dari perbankan uang dapat mengalir ke masyrakatnya langsung serta yang distribusikan dalam bentuk nominal-nominal yang besar.
Sebab, jika dilihat dari pengalaman tahun lalu, dalam Ramadan itu banyak yang melakukan transaksi dengan jumlah besar sehingga harus didistribusikan nominal besar.
Namun untuk masyarakat yang ingin mendapatkan nominal kecil bisa juga didapatkan melalui kas keliling atau langsung bisa ditukarkan di BI yang akan dibuka pada hari pertama sampai menjelang Ramadan, penukaran uang kecil di BI.
Bahkan, saat ini yang dilakukan adalah menyurati seluruh perbankan konfensional yang ada di Malut, karena dari laporan mereka barulah BI dapat menentukan kebutuhan uang untuk Ramadan kali berapa banyak.
Pewarta: Abdul FatahEditor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.