Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) akan berupaya menghidupkan kembali klub Persiter Ternate, agar bisa berkiprah lagi di kompetisi nasional.
"Klub Persiter merupakan kebanggaan masyarakat Ternate dan pernah mengharumkan nama Ternate saat Persiter masih ikut liga Indonesia, oleh karena itu Persiter akan dihidupkan kembali," kata Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman di Ternate, Selasa.
Persiter Ternate vakum sejak tahun 2007 karena kesulitan dana untuk mengikuti liga Indonesia, menyusul adanya larangan dari pemerintah pusat menggunakan APBD untuk pembiayaan klub sepak bola.
Menurut Burhan, langkah awal yang akan dilakukan oleh pemkot untuk menghidupkan Persiter adalah membenahi manajemen Persiter, karena sampai saat ini pengurus klub itu belum dilantik, padahal pengurusnya telah terpilih sejak musyawarah Persiter tahun 2009 lalu.
Setelah itu, Pemkot Ternate akan menggelar kompetisi lokal untuk mencari pemain potensial yang akan direkrut menjadi pemain Persiter.
Langkah berikutnya, kata Burhan, pemkot akan mengupayakan dana bagi Persiter, baik melalui para sponsor maupun APBD Kota Ternate, karena saat ini pembiayaan klub sepak bola sudah bisa lagi menggunakan APBD.
Setelah Persiter memiliki pemain berkualitas dan dana operasional, langkah selanjutnya adalah mengikutsertakan Persiter pada kompetisi divisi II dengan target pada akhir musim lolos ke divisi I dan selanjutnya lolos ke divisi utama dan liga Super.
Pemkot Ternate saat belum ada larangan penggunaan APBD untuk pembiayaan klub sepak bola, mengalokasikan APBD setiap tahun untuk Persiter sebesar Rp20 miliar.
Persiter saat masih aktif, berhasil melahirkan sejumlah pemain sepak bola nasional, seperti Rahmat Rivai, Fandi Mochtar, Iswan Karim dan Musafri Tolauhu, yang beberapa tahun terakhir memperkuat sejumlah tim Liga Super.
:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.