"Stok beras milik Bulog cukup banyak sekarang ini. Karena itu warga yang berdiam di Provinsi Maluku maupun Maluku Utara tidak perlu khawatir," kata Kepala Bidang Pelayanan Publik Perum Bulog Maluku Armin Bandjar di Ambon, Maluku, Senin.
Dia merinci stok beras yang terdapat di gudang Bulog saat ini tercatat sebanyak 14.732 ton, masing-masing di gudang Bulog Maluku yakni Kota Ambon sebanyak 3.739 ton beras jenis PSO, 2.868 ton jenis komersil lima persen, dan komersil 15 persen sebanyak 656 ton.
Kemudian di gudang di Kota Tual beras PSO sebanyak 1.183 ton, komersil lima persen 900 ton, dan komersil 15 persen 440 ton, serta Gudang Mako di Kabupaten Pulau Buru tercatat beras PSO sebanyak 794 ton.
Sedangkan Maluku Utara terdapat di gudang Kota Ternate beras jenis PSO tercatat sebanyak 2.635 ton, beras jenis komersil lima persen 500 ton, dan komersil 15 persen 1.016 ton.
Armin mengatakan selain beras, Bulog Maluku juga mempunyai stok kebutuhan lain seperti gula pasir yang ada sekarang ini tercatat sebanyak 4.881 ton, kemudian minyak goreng 104 ton, dan tepung terigu sebanyak 11 ton, serta bawang putih sebanyak tujuh ton.
"Karena itu kami siap melayani permintaan masyarakat di dua daerah ini," ujarnya.
Selain stok, Bulog Maluku juga masih melaksanakan operasi pasar dengan menjual beras Rp10.000 per kilogram melalui kerja sama dengan beberapa pedagang yang ada di Pasar Mardika maupun Pasar Batu Merah.
"Hal ini dimaksudkan untuk menjaga kestabilan harga beras di pasar dan tidak terjadi kenaikan harga melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditentukan pemerintah," katanya.
Pasar murah ini, lanjut dia, akan terus berlangsung sampai 31 Desember 2018 sesuai dengan kesepakatan pemerintah pusat.
Pewarta: John SoplanitEditor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.