"Pelatihan guru bidang studi itu dilakukan di Malut dengan mendatangkan pelatih profesional diluar Malut, misalnya dari Jawa agar bisa diikuti lebih banyak guru," kata Pengamat Pendidikan dari Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Karman La Nani di Ternate, Rabu.
Kalau mengirim guru untuk mengikuti pelatihan di provinsi lain, seperti yang dilakukan selama ini hanya bisa diikuti beberapa orang karena keterbatasan anggaran, sehingga pengaruhnya terhadap peningkatan kualitas guru secara umum di Malut kurang efektif.
Menurut dia, kualitas guru di Malut masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan guru di provinsi lain dan itu tergambar dari hasil Uji Komptensi Guru (UKG) tahun 2018, Malut berada di urutan terbawah dari seluruh provinsi di Indonesia.
Oleh karena itu, pelatihan guru terutama dalam bentuk pelatihan guru bidang studi harus prioritaskan di Malut, apalagi mengingat peningakatan kualitas pendidikan banyak ditentukan oleh berkualitas atau tidaknya guru.
Upaya lain yang harus dilakukan Dikbud untuk meningkatkan kualitas guru di Malut, menurut Karman La Nani adalah mengikutkan guru pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang ada di sejumlah perguruan tinggi di Malut.
Dari seluruh guru di Malut masih ada sekitar 60 persen, yang belum tersertifikasi, sehingga harus menjadi perhatian dari Dikbud provinsi dan kabupaten/kota karena selain terkait dengan masalah kualitas juga kesejahteraan mereka.
Ia menambahkan, pemerintah pusat memang memberikan bantuan biaya kepada guru untuk mengikuti program PPG di perguruan tinggi, tetapi kuotanya terbatas dan harus melalui proses seleksi yang ketat.
Oleh karena itu, Dikbud sebaiknya mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk biaya guru yang akan mengikuti program PPG, karena kalau mengharapkan biayanya ditanggung sendiri oleh guru sangat tidak mungkin.
Pewarta: La Ode AminuddinEditor : John Nikita S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.