Pasokan daya listrik di Kota Ambon saat ini mulai terjamin bahkan surplus, setelah mengalami krisis pada pertengahan 2009, kata Deputi Manager Bidang Komunikasi dan Hukum PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Agus Lomo. "Saat ini pasokan daya listrik dari PLTD Poka maupun Hative Kecil mencapai 43,1 MW, sementara beban puncak tertinggi pada malam hari hanya 38 MW. Ini artinya ada cadangan daya sebesar 5,1 MW. Sedangkan pada siang hari beban puncak tertinggi hanya 28 MW sehingga surplusnya lebih besar lagi, yakni 15,1 MW," katanya kepada ANTARA di Ambon, Jumat. Ia mengungkapkan, daya listrik tersebut dipasok dari PLTD Poka sebesar 7,1 MW, PLTD Hative Kecil (15,05 MW),  generator sewa milik Sewatama-I 5,750 MW, generator sewa milik PT Cogindo 10,2 MW dan generator sewa milik Sewatama-II 5 MW. Pasokan daya listrik dari mesin-mesin yang ada di PLTD Poka saat ini hanya 7,1 MW dari kapasitas terpasang 33,6 MW, sedangkan dari PLTD Hative Kecil hanya sebesar 15,05 MW dari kapasitas terpasang 21,472 MW. Kecilnya pasokan daya listrik dari dua PLTD utama di Kota Ambon itu dikarenakan empat dari tujuh unit mesin pembangkit di PLTD Poka masih mengalami kerusakan, dan tiga unit mesin yang beroperasi juga tidak maksimal. Di PLTD Hative Kecil, lima unit mesin pembangkit tidak bisa beroperasi maksimal karena sedang mengalami perbaikan secara bertahap. Mesin pembangkit di PLTD Poka yang mengalami gangguan masing-masing mesin unit 2, 4, 5 dan 7. Mesin unit 2 bermerk GMT dioperasikan sejak 1988, mesin unit 4 merk Caterpillar tahun 2003, mesin unit 5 merk Caterpillar tahun 2003, dan mesin unit 7 merk ABC beroperasi sejak 2005. "Khusus mesin unit 2 rencananya akan diperbaiki dengan menggunakan crank shaft bekas milik PLTD Batakan-Balikpapan, Kalimantan Timur, dan dijadwalkan selesai 30 Juli 2010. Sedangkan mesin unit 7 yang mengalami gangguan tekanan oli turun sedang dalam perbaikan intercooler dan turbocharger," kata Agus Lomo. Di PLTD Hative Kecil, lima unit mesinnya beroperasi tetapi mesin unit 1 bermerk SWD yang diperasikan sejak 1978 hanya mampu memasok daya sebesar 74 persen dari kapasitas daya terpasang, mesin unit 2 merk SWD (1978) 81 persen, mesin unit 3 merk SWD (1983) 76 persen, mesin unit 4 SWD (1986) 76 persen, dan mesin unit 5 bermerk SWD (1991) 57 persen. "Dengan pasokan daya yang besar ini maka masyarakat di Ambon tidak perlu merasa khawatir akan terjadi pemadaman listrik seperti tujuh bulan sebelumnya. Kalau terjadi pemadaman hal itu dikarenakan gangguan jaringan saja," kata Agus Lomo. "Sail Banda Terjamin" Agus Lomo menegaskan, kondisi daya listrik yang mengalami surplus saat ini akan menjamin suplai daya listrik untuk kegiatan Sail Banda 2010, bahkan pada saat puncak acara di Ambon, 3 Agustus 2010. "Kebutuhan daya listrik saat puncak Sail Banda akan tersedia 46 MW, sedangkan beban puncak hanya 38 MW dan masih tersisa delapan MW sehingga kegiatan bahari bertaraf internasional tersebut dapat berjalan lancar," katanya. Lomo menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pengadaan mesin berkapasitas 25 MW untuk menunjang kegiatan Sail Banda selain juga untuk mendukung kelancaran pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Desa Waai, Pulau Ambon, Kabupaten Maluku Tengah berkapasitas 30 MW. Menurutnya, tahapan pembebasan lahan seluas 23 hektare untuk PLTU itu telah tuntas pada 12 Mei 2010, sedangkan proses tender sudah dilaksanakan dan pembangunannya akan dimulai dalam tenggang waktu secepatnya.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026