Impac Corporation, perusahaan Jepang yang bergerak di bidang pertambangan minyak dan gas bumi, menginvestasikan dana sebesar Rp140 triliun untuk mengelola kandungan gas di di blok Marsela, Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku.
"Perusahaan ini akan menangani eksplorasi dan eksploitasi migas di Blok Marsela selama 30 tahun dan sesuai undang-undang 10 persen saham dari total investasi milik BUMD sebagai pendampingnya," kata Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, di Ambon, Selasa.
Gubernur mengatakan, 10 persen dari total saham atau sebesar Rp14 trilyun akan dimiliki oleh PT. Maluku Energi sebagai BUMD yang menjadi mitra kerja perusahaan Jepang itu dalam mengelola migas di Blok Marsela.
Menurut Ralahalu, PT. Maluku Energi harus bermitra dengan pihak ketiga karena tidak memiliki dana sebesar itu untuk dijadikan modal investasi pengelolaan mega proyek itu, apalagi sesuai ketentuan dana itu pun tidak boleh dikeluarkan dari APBN maupun APBD.
"Oleh karenanya Impac selaku mitra PT. Maluku Energi bersedia menalangi dana penyertaan modal sebesar Rp14 trilyun itu," ujarnya.
Gubernur mengakui persetujuan pemberian saham kepada PT Maluku Energi itu, setelah Pemrov Maluku melakukan pertemuan dengan Impac Corporation di Jepang pekan lalu.
"Kita menyambut baik kehadiran perusahaan asing ini melakukan investasi di Blok Marsela, karena dampaknya bisa menyerap ribuan tenaga kerja," Kata Ralahalu.
Ralahalu optimis, pengelolaan blok Marsela secara bersama antara kedua perusahaan itu memberikan dampak positif bagi pembangunan di Maluku terutama bermanfaat bagi kemaslahatan masyarakat di MBD maupun kabupaten tetangga lainnya yakni Maluku Tenggara Barat dan Maluku Tenggara.
"Investasi ini memberikan peluang besar bagi Maluku untuk percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Kandungan migas yang ada di blok Marsela berdasarkan hasil penelitian dan eksplorasi yang dilakukan Impac sejak 1998 hingga 2008, mencapai 12 triliun cubic feet (TCF) dan perusahaan ini akan menangani eksploitasi dan produksi migas blok Marsela selama 30 tahun hingga 2028 mendatang.
COPYRIGHT © ANTARA 2026