Ambon (ANTARA) - Panitia Pemungutan Suara (PPS) desa Passo, kecamatan Baguala, kota Ambon, sedang menunggu hasil perhitungan suara pemilihan Capres - Cawapres serta DPR maupun DPRRI, DPRD Maluku dan DPRD kota Ambon karena belum rampung pembuatan berita acara.

Ketua PPS desa Passo, Paulus Naskay, dikonfirmasi, Kamis petang, membenarkan, masih menunggu hasil perhitungan suara dari 24 tempat pemungutan suara (TPS) yang belum selesai perampungan berita acaranya.

"Sudah 25 TPS yang melaporkan hasil perhitungan suara sejak Kamis pagi dan bila semuanya sudah lengkap, maka dibawa ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Baguala," ujarnya.

Sedangkan, pleno PPK Baguala dijadwalkan pada 20 April 2019.

Disinggung terlambatnya laporan hasil perhitungan suara dari TPS, dia menjelaskan, ada KPPS baru selesai perhitungan suara pada Kamis (18/4) pagi karena KPU kota Ambon baru menyalurkan formulir C1 Pilpres pada Kamis dinihari.

"Perhitungan suara Pilpres itu yang seharusnya lebih awal terpaksa ditangguhkan hingga selesai DPR maupun DPD-RI, DPRD Maluku dan DPRD kota Ambon, termasuk KPPS menunggu formulir C1 Pilpres yang baru disalurkan ke masing - masing TPS pada Kamis dinihari," kata Paulus.

Sedangkan, Ketua KPPS TPS 01 desa Passo, kecamatan Baguala, Hengky Tuanubun, mengakui, perhitungan suara Capres - Cawapres baru selesai pada Kamis(18/4) subuh, pukul 04.30 WIT.

"Kami baru terima formulir C1 Pilpres pada Kamis (18/4) dinihari, sekitar pukul 01.30 WIT," ujarnya.

Dia mengemukakan, sejak awal membuka kotak maupun suarat suara serta kelengkapan lainnya telah melaporkan kepada Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) desa Passo, Paulus Naskay agar berkoordinasi dengan dengan PPK dan KPU kota Ambon, hanya saja hingga Kamis dinihari barulah diterima.

Terlambatnya C1 Pilpers menghambat perhitungan surat suara pemilihan DPR-RI dan DPD-RI daerah pemilihan (Dapil) Maluku, DPRD Maluku dan DPRD kota Ambon.

"Setelah kooordinasi PPS, PPK dan KPU kota Ambon, maka diarahkan kepada 49 Ketua KPPS se- desa Passo untuk menghitung duluan surat suara DPR maupun DPD-RI, DPRD Maluku dan DPRD kota Ambon," kata Hengky.
     Berdasarkan perhitungan surat suara, maku pasangan Capres dan Cawapres no 1, Jokowi - Ma'ruf Amin meraih 175 suara, sedangkan pasangan Capres dan Cawapres no2, Prabowo Subianto - Sandiada Unno hanya memperoleh 21 suara dengan tiga surat suara dinyatakan rusak.

Daftar Pemilih Tetap (DPT) TPS 01 desa Passo sebanyak 231 pemilih.

Berdasarkan pemantauan Antara di desa Passo, pasangan Jokowi - Ma'ruf menang mutlak dari Prabowo - Sandiaga.

Salah satu pemilih di desa Passo, Eddy Purimahua mengatakan, memilih Capres Jokowi karena terbukti bekerja untuk kepentingan rakyat.

Dia merujuk, dana desa(DD), alokasi dana desa (ADD), program tol, pembangunan infrastruktur di daerah tertinggal, terdepan dan terluar dan lainnya yang berpihak kepada peningkatan kesejahteraan rakyat.

"Wajar sekiranya kepercayaan diberikan kepada Jokowi untuk memimpin Indonesia satu periode lagi dengan terpenting setelah Pemilu diharapkan stabilitas keamanan semakin kondusif di Maluku, terutama kota Ambon terpelihara," tandas Eddy.

Pewarta: Alex Sariwating
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026