Ambon (ANTARA) - Para ibu rumah tangga di Piru, ibu kota kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), provinsi Maluku, resah karena harga bawang merah maupun putih melonjak.

"Bagaimana tidak resah dengan harga bawang merah bervariasi Rp55.000 - Rp60.000 per Kg dan bawang putih Rp55.000 per Kg," kata salah satu ibu rumah tangga di Piru, Elisabeth, dihubungi dari Ambon, Senin.

Padahal, sebelumnya harga bawang merah bervariasi antara Rp40.000 - Rp50.000 per Kg dan bawang putih Rp45.000 - Rp47.000 per Kg.

"Kami khawatir menjelang Bulan Suci Ramadhan harga bawang melonjak tajam karena kebutuhan meningkat seiring kebutuhan bumbu masak dan lainnya," ujar Elisabeth.

Apalagi, para pedagang beralasan stok bawang kurang karena pengadaan dari sentra produksi terbatas mengingat harga juga mengalami peningkatan, termasuk ongkos transportasi maupun buruh.

Karena itu, dia mengharapkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis Pemkab SBB agar mengintensifkan pengawasan bahan pokok masyarakat, terutama menjelang umat Islam menunaikan Bulan Suci Ramadhan.

"Khan ada juga tim pangan yang biasanya intensif memantau, baik stok maupun harga sehingga tidak meresahkan masyarakat," tandas Elisabeth.

Sedangkan, salah satu pedagang, Kong membenarkan, harga bawang, baik merah maupun putih mengalami lonjakan.

"Kami tidak bisa menghindar dari kenaikan harga yang terjadi sejak di sentra produksi di pulau Jawa, distributor di Ambon, ibu kota provinsi Maluku, selanjutnya transportasi dan ongkos buruh ke Piru," katanya.

Disinggung telur ayam ras, dia menjelaskan, terjadi kelangkaan stok karena belum dipasok peternak dari desa Hatusua, kabupaten SBB.

"Pastinya harga telur ayam ras melonjak karena stok terbatas, sedangkan permintaan cenderung meningkat," ujar Kong.

Pewarta: Alex Sariwating
Editor : John Nikita S

COPYRIGHT © ANTARA 2026