Salah seorang ibu rumah tangga di Piru, Mirna, dihubungi dari Ambon, Kamis, menyatakan harga telur ayam ras saat in dijual para pedagang Rp320.000 per ikat (180 butir), dan Rp55.000 per rak (30 butir).
"Jadi terjadi lonjakan harga yang tajam karena pada pertengahan April 2019, harga telur ayam ras masih Rp290.000 per ikat," ujarnya.
Sedangkan, pada akhir April 2019, harga telur ayam ras Rp300.000 per ikat.
Mirna mengkhawatirkan telur ayam ras pada penyelenggaraan puasa hingga perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah tambah mahal karena saat ini saja melonjak tajam.
Karena itu, dia mengharapkan Bupati SBB, Yasin Payapo mengarahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis agar mengintensifkan, baik stok maupun harga di pasaran sehingga tidak meresahkan masyarakat.
"Khan ada juga tim pangan daerah yang sebenarnya bisa juga dioptimalkan untuk mengawasi, baik stok maupun harga bahan pokok masyarakat, termasuk telur ayam ras," kata Mirna.
Sedangkan, salah satu pedagang di Piru, Kong mengemukakan, sedang memasok telur ayam ras dari peternak di desa Hatusua, kabupaten SBB untuk menambah stok karena kerepotan ditanya para ibu rumah tangga, terutama yang beragama Islam yang sedang mempersiapkan pelaksanaan puasa 1440 Hijriah.
Dia mengakui, sejak 2018 memasok telur ayam ras produksi peternak desa Hatusua karena kualitasnya baik, tidak busuk atau pecah.
"Khan jarak tempuh Piru - Hatusua hanya sekitar 40 menit sehingga kualitas produksi telur dari sana terjamin," kata Win.
Disinggung pasok telur dari para agen di Ambon, ibu kota provinsi Maluku, dia menjelaskan, membutuhkan anggaran besar dibandingkan pengadaan dari desa Hatusua.
"Bayangkan kalau pengadaan telur ayam ras dari Ambon, maka perlu mengeluarkan ongkos transportasi ke dermaga penyeberangan feri Hunimua, desa Liang, pulau Ambon - Waipirit, kabupaten SBB maupun tiket ferry, ongkos buruh, telur sering busuk atau pecah bila sudah tiba di Piru," ujar Kong.
Ditanya soal bawang, dia mengemukakan, bawang merah maupun putih dijual masing - masing Rp55.000 per Kg.
"Hanya saja, kami diberitahu agen pemasok di Ambon bahwa harga bawang, baik merah maupun putih kemungkinan juga naik karena menyesuaikan dengan harga berlaku sentra poduksi di pulau Jawa, termasuk mereka memprhitungkan ongkos kapal, buruh dan lainnya," kata Win.
Pewarta: Alex SariwatingEditor : Lexy Sariwating
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.