Realisasi impor Maluku periode Januari - Agustus 2010 yang mencapai level 201,94 juta dolar Amerika Serikat dibanding nilai ekspor yang hanya 40,62 juta dolar menyebabkan neraca perdagangan luar negeri Maluku mengalami defisit 161,32 juta dolar AS. Kabid Statistik Distrtibusi, Badan Pusat Statistik Maluku, J. Sahertian di Ambon, Senin, mengatakan, sampai posisi Agustus 2010 neraca perdagangan luar negeri daerah ini masih mengalami defitit akibat belum adanya kegiatan ekspor kelompok komoditi bahan bakar mineral. Selama ini, aktivitas impor komoditi bahan bakar mineral ini dilakukan dari Singapura dan China dalam jumlah yang besar dan tidak berimbang dengan realisasi ekspor komoditi non migas sehingga menyebabkan terjadinya defisit. "Defisit yang terjadi pada neraca perdagangan luar negeri kita mengindikasikan terjadinya kerugian dalam kegiatan ekspor impor, dimana pengeluaran yang harus dibayarkan ke negara lain lebih besar dibanding pendapatan yang diterima dari negara lain," katanya. Menurut Sahertian, defisit terbesar disebabkan aktivitas transaksi ekspor impor negara Singapura dan China, dimana defisit yang disumbangkan khusus dari Singapura sebesar 153,26 juta dolar sedangkan China tercatat sebesar 40,82 juta dolar AS. Selama Januari - Agustus 2010 terjadi delapan kali kegiatan impor kelompok komoditi bahan bakar mineral, enam kali di antaranya berasal dari Singapura senilai 112,34 juta dolar dan dua kali dari China senilai 17,29 ribu dolar AS. Kegiatan ekspor komoditi non migas Maluku periode Januari - Agustus 2010 mencapai 81,16 ribu ton, didominasi ikan dan udang dengan negara tujuan Thailand, Korea Selatan, Vietnam, Hongkong dan Taiwan. Namun realisasi ekspor selama Agustus justru didominasi kegiatan pengiriman komoditi bahan kimia anorganik berupa oksigen serta bahan kimia organik seperti freon. "Barang ekspor komoditi andalan Maluku biasanya dilakukan dari pelabuhan Kota Tual dan Ambon," kata Sahertian.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026