Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu menyatakan dirinya mendukung program Ekspedisi Laut Banda 2011-2014 yang diusulkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ambon. "Saya mendukung program tersebut karena strategis dalam mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya hayati laut," kata Gubernur Ralahalu, di Ambon, Selasa. Menurut dia, pemanfaatan sumber daya hayati laut itu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, sekaligus memberikan kontribusi untuk pendapatan asli daerah. Dia mengakui telah menerima proposal yang diajukan LIPI Ambon, yang kini sedang dikaji rencana pelaksanaannya. "Pemprov Maluku siap mendukung program tersebut, termasuk mengalokasikan dana melalui APBD agar Ekspedisi Laut Banda menindaklanjuti Sail Banda 2010," ujar Gubernur. Dia mengakui Ekspedisi Laut Banda sebenarnya merupakan program lama yang telah dikoordinasikan Pemprov Maluku dan LIPI Ambon, tetapi ditangguhkan karena kesalahpahaman dalam masalah teknis pelaksanaan, terutama soal kapal operasi. Kapal Motor Riset Baruna Jaya VII yang saat konflik sosial pada 1999 diarahkan ke Bitung, Sulawesi Utara, kata Gubernur, telah kembali ke LIPI Ambon dengan pangkalan di kawasan Batukoneng, Kecamatan Teluk Ambon, sehingga bisa digunakan untuk ekspedisi tersebut. Kepala LIPI Ambon Augy Syahailatua mengemukakan, Ekspedisi Laut Banda 2011-2014 juga merupakan kelanjutan dari seminar penyelamatan koral dan pulau-pulau kecil yang digelar saat Sail Banda. "Kami memang berharap seminar penyelamatan pulau-pulau kecil itu dapat ditindaklanjuti terutama langkah-langkah penyelamatan biota laut yang tergolong langka dan dilindungi," katanya. Dia mengungkapkan, sejauh ini LIPI Ambon telah melakukan dua tahap penelitian internasional dan Ekspedisi Laut Banda ini akan menjadi tahap ke tiga. "Pastinya semua untuk kesejahteraan masyarakat lokal," katanya.


:

COPYRIGHT © ANTARA 2026